Keberadaan Gereja Hkbp Jember 1991-2019
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakulta ilmu budaya
Abstract
Penelitian ini membahas tentang (1) Apa yang melatarbelakangi berdirinya
Gereja HKBP Jember? (2) Bagaimana dinamika Gereja HKBP Jember? (3)
Bagaimana peran Gereja HKBP Jember bagi masyarakat Batak di Jember? Tujuan
penelitian tersebut antara lain untuk mengetahui proses berdirinya Gereja HKBP
Jember, untuk menjelaskan dinamika Gereja HKBP Jember, untuk memahami
peran Gereja HKBP Jember bagi Masyarakat Batak yang ada di Jember. Tulisan
tersebut menggunakan metode sejarah dari Louis Gottschalk.
Gereja HKBP merupakan salah satu gereja kesukuan yang ada di
Indonesia. HKBP juga merupakan gereja protestan yang memiliki jumlah jemaat
terbanyak dari kalangan masyarakat Batak. HKBP merupakan gereja suku Batak
yang pertama lahir melalui Lembaga Zending Rhein yang dikenal dengan misi
Rheinische Mission Gesellschalf (RMG). Berdirinya Gereja HKBP Jember ini
berawal dari salah satu orang Batak yaitu Amang Hutapea yang berinisiatif
mengajak orang-orang Batak di Jember untuk mengikuti persekutuan doa atau
kebaktian yang diikuti kurang lebih tujuh kepala keluarga dan beberapa pemuda
pemudi Batak yang ada di Jember. Persekutuan doa pada saat itu diadakan tidak
terjadwal. Persekutuan doa ini dihadiri orang-orang Batak yang ada di Jember
yang terdiri dari jemaat GPIB, GKJW dan ada juga yang dari Katholik.
Persekutuan doa dilakukan dari tahun 1989-1990 dirumah anggota persekutuan
doa secara bergantian, menggunakan Gedung Aula Kejaksaan Jember, dan
Gedung Cipta Niaga Jember.
Tahapan persiapan dimulai pada tahun 1991-1998, yang dimana pada tahun
1991-1992 mulai merealisasikan pembelian sebidang tanah secara mengangsur
yang direncanakan untuk pembangunan gedung gereja. Kegiatan ibadah dilakukan
di gedung Gereja GKJW. Pada persiapan kedua pada tahun 1999-2002, diawali
dengan merealisasikan pembangunan gedung gereja. Semangat pertumbuhan,perkembangan pembangunan semakin terus ditingkatkan untuk menunjang sarana
dan prasarana ibadah. Kondisi fisik gedung gereja dan rumah huria/pastori yang
telah mencapai 60%, sangat perlu untuk segera direalisasikan hingga selesai
100%. Pembangunan bukanlah suatu proses yang akan berhenti pada suatu waktu
dan ruang tertentu, namun pembangunan seharusnya selalu dilakukan seiring
dengan berjalannya waktu dan kebutuhan dari jemaat. Demikian dalam
pembangunan gedung Gereja HKBP Jember, untuk memenuhi setiap kebutuhan
sarana dan prasarana yang merupakan salah satu bentuk dari pembangunan.
Gereja HKBP Jember telah memiliki gedung gereja, ruang konsistori, dan rumah
huria/pastori.
Gereja HKBP Jember dalam pelayanan yang beraneka ragam terhadap
masyarakat telah menjadi perintis dan pelopor pembangunan dan modernisasi
masyarakat Batak. Hal ini dapat dilihat dengan peranan gereja HKBP Jember
disamping sebagai tempat untuk bersekutu memuji Tuhan juga sebagai tempat
melaksanakan aktivitas-aktivitas lain dari masyarakat Batak. Peranan tersebut
diantaranya adalah sebagai tempat bertemu dan berkumpulnya masyarakat Batak.
Dalam hal ini HKBP Jember sebagai lembaga sosial yang mampu
mensosialisasikan berbagai unsur budaya bagi para jemaatnya mulai dari unsur
bahasa sampai dengan unsur kekerabatan, kesenian dan adat.
Description
Reupload file repository 10 februari 2026_agus/feren
