Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Tebu Bermitra dengan PG Semboro

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Hubungan saling membutuhkan antara petani tebu dengan pabrik gula menyebabkan terjalinnya suatu kemitraan dengan pola kemitraan Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA). Kemitraan pada PG Semboro terdiri dari dua jenis yaitu petani tebu rakyat mitra kredit (TR-KD) dan petani tebu mitra mandiri (TR-MD). Namun, terdapat permasalahan yaitu dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas kredit yang diberikan PG Semboro sudah tidak ada lagi dan semua petani mitra menjadi petani tebu rakyat mitra mandiri (TR-MD). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG Semboro, (2) mengetahui perbedaan pendapatan antara petani tebu mitra PG Semboro dan petani tebu mitra pedagang. Penelitian dilakukan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Semboro yang diwakili oleh Desa Semboro dan Desa Sidomekar, serta Kecamatan Tanggul yang diwakili oleh Desa Tanggul Wetan dan Desa Klatakan. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif, analitik, dan komparatif. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder dari studi literatur. Metode pengambilan contoh menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan Regresi Logistik untuk mengetahui faktor-faktor dan signifikansi pengaruhnya, serta Uji Independent sample t-test untuk mengetahui perbandingan perbedaan pendapatan. Analisis dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis menunjukkan: (1) faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG Semboro adalah faktor umur dengan signifikansi sebesar 0,030, faktor luas lahan dengan signifikansi 0,021, faktor biaya dengan signifikansi 0,019, dan faktor pendapatan dengan signifikansi 0,043. Sedangkan faktor lain yaitu pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, kredit, dan lori berpengaruh tidak signifi kan terhadap pengambilan keputusan petani tebu bermitra dengan PG Semboro; (2) tidak terdapat perbedaan pendapatan antara petani tebu mitra PG Semboro dan petani tebu mitra pedagang dengan nilai signifikansi sebesar 0,560. Walaupun penerimaan petani tebu mitra PG Semboro lebih besar daripada penerimaan petani tebu mitra pedagang, namun biaya sewa lahan yang dikeluarkan juga lebih besar. Hal inilah yang memengaruhi pendapatan yang diperoleh petani tebu pada musim tanam 2023/2024. Rata-rata pendapatan petani tebu mitra PG Semboro sebesar Rp 37.046.757, sedangkan rata-rata pendapatan petani tebu mitra pedagang adalah sebesar Rp 34.545.812, per hektar per musim tanam.

Description

Reupload file repository 13 April 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By