Studi Komparatif Faktor Host Kejadian Tuberkulosis pada Masyarakat di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo

dc.contributor.authorVidia Cahya Firdauzi
dc.date.accessioned2026-07-10T08:33:17Z
dc.date.issued2026-06-30
dc.descriptionFinalisasi Maya_10 Juli 2026
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan jumlah kasus yang tetap tinggi setiap tahunnya. Penularan TB disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor individu ataupun lingkungan seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, riwayat kontak dengan penderita TB, kepadatan hunian, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Kabupaten Probolinggo termasuk salah satu wilayah yang masih memiliki kasus tuberkulosis cukup tinggi. Berdasarkan data di wilayah kerja Puskesmas Krejengan, Desa Opo-opo merupakan desa dengan jumlah kasus TB tertinggi, sedangkan Desa Widoro memiliki jumlah kasus TB paling rendah. Meskipun kedua desa berada dalam satu wilayah kecamatan dengan karakteristik masyarakat yang relatif serupa, perbedaan jumlah kasus TB tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya tuberkulosis di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, dan riwayat kontak terkait tuberkulosis antara wilayah dengan angka kejadian TB tinggi (Desa Opo-opo) dan rendah (Desa Widoro) di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif dua sampel. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang terbagi menjadi 30 responden dari Desa Opo-opo dan 30 responden dari Desa Widoro. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Mann-Whitney U Test. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada tingkat pendidikan (p=0,787), pengetahuan (p=0,197), dan riwayat kontak (p=0,554) antara Desa Opo-opo dan Desa Widoro. Meskipun demikian, secara deskriptif Desa Widoro memiliki tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap yang lebih baik dibandingkan Desa Opo-opo. Sementara itu, hasil analisis penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada variabel sikap di kedua desa (p=0,000), dimana masyarakat Desa Widoro memiliki skor sikap yang lebih tinggi dibandingkan Desa Opo-opo. Tidak ditemukannya perbedaan yang signifikan pada beberapa variabel menunjukkan bahwa masyarakat di kedua desa memiliki karakteristik yang relatif homogen, terutama karena berada dalam wilayah kecamatan yang sama dengan akses informasi kesehatan yang relatif serupa. Selain itu, faktor lingkungan dan perilaku masyarakat juga berperan dalam penularan TB. Berdasarkan hasil observasi lapangan, sebagian besar rumah di kedua desa berada dalam kondisi berdekatan dengan tingkat kepadatan hunian yang cukup tinggi sehingga memungkinkan interaksi sosial yang intens antarwarga. Di Desa Opo-opo masih ditemukan beberapa rumah dengan kondisi sederhana dan lembab serta kebiasaan masyarakat yang sering berkumpul dalam aktivitas sehari-hari, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna pada tingkat pendidikan, pengetahuan, dan riwayat kontak antara Desa Opo-opo dan Desa Widoro, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel sikap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perilaku serta tingkat kesadaran masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan penularan tuberkulosis di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan upaya promotif preventif terkait tuberkulosis, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tanda dan gejala TB, pentingnya penggunaan masker saat batuk, etika batuk dan bersin, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat juga perlu diperkuat melalui kegiatan penyuluhan rutin dan deteksi dini agar upaya pengendalian tuberkulosis di masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
dc.description.sponsorshipDPU : Yunus Ariyanto, S.KM., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11027
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectHost Factors
dc.subjectStudi Komparatif
dc.subjectSikap
dc.titleStudi Komparatif Faktor Host Kejadian Tuberkulosis pada Masyarakat di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Vidia Cahya Firdauzi_Skripsi.pdf
Size:
1013.71 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: