Pengaruh Nafas Dalam (Pursed Lips Breathing) dan Batuk Efektif terhadap Suara Paru Pasien PPOK di Ruang Sakura Rumah Sakit Daerah Dr. Soebandi Jember

dc.contributor.authorAini Fibriatul Ula
dc.date.accessioned2026-04-06T03:52:24Z
dc.date.issued2018-01-24
dc.descriptionReupload file repository 6 April 2026_Rudy/Halima
dc.description.abstractPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran pernafasan yang bersifat progressif non-reversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri dari bronkitis kronik, emfisema dan gabungan keduanya. Masalah utama yang paling banyak terjadi pada pasien PPOK adalah sesak nafas. Sesak nafas pasien PPOK salah satunya disebabkan oleh penumpukan sekret yang berlebih. Masalah keperawatan yang dialami oleh pasien PPOK adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Intervensi keperawatan yang dapat diberikan kepada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas adalah nafas dalam dan batuk efektif. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan dari diagnosa keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan adalah suara paru. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Ruang Sakura Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember pada beberapa perawat yang dipilih secara acak semuanya mengatakan melakukan pendidikan kesehatan tentang batuk efektif kepada pasien PPOK. Tetapi ketika ditanya keberhasilannya maka semua menjawab ragu-ragu. Semua pasien PPOK yang ada di ruang sakura 100% memiliki suara paru ronki. Ketika divalidasi kepada 10 orang pasien di Ruang Sakura yang dipilih secara acak mereka mengatakan kurang memahami apa yang disampaikan oleh perawat ketika melakukan pendidikan kesehatan. Padahal mereka mengatakan akan melaksanakan apa yang disampaikan oleh perawat jika mereka paham selama itu bisa memperbaiki kondisi kesehatannya Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif terhadap suara paru pasien PPOK di Ruang Sakura Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 pasien PPOK. Latihan nafas dalam dan batuk efektif diberikan 3 kali sehari atau 1 kali tiap shift setelah pemberian tindakan nebulazer dan dilakukan selama 3 hari Analisis data menggunakan tdependent test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil analisis data menggunakan menggunakan t-dependent test menunjukkan terdapat pengaruh nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif terhadap suara paru pasien PPOK di Ruang Sakura Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember dengan p value = 0,000 (p value < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata post test suara paru pasien PPOK setelah dilakukan tindakan nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif lebih besar 2,53 daripada nilai rata-rata pre test suara paru pasien PPOK setelah dilakukan tindakan nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif. Adanya perbedaan suara paru pada pasien PPOK tidak terlepas dari manfaat tindakan nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif. Tindakan pursed lip breathing yang diberikan akan melatih diafragma untuk berkontraksi maksimal. Ketika diafragma dapat berkontraksi maksimal, volume paru meningkat, yang diikuti dengan peningkatan volume tidal. Peningkatan volume paru ini akan meningkatkan tekanan dalam intrathorak. Selanjutnya tindakan batuk efektif yang diberikan pada saat tekanan intra thorak meningkat maksimal akan memberikan tekanan maksimal pada jalan nafas saat batuk. Secret yang sudah encer setelah dilakukan nebulizer dapat keluar dengan lancar dari saluran nafas dan saat dilakukan auskultasi tidakditemukan suara ronkhi. Hasil penelitian ini menyimpulkan tindakan nafas dalam (pursed lips breathing) dan batuk efektif bermanfaat untuk membantu pasien PPOK untuk mengeluarkan sekret dari jalan nafas pasien. Perawat diharapkan menerapkan perannya sebagai caregiver dan pendidik dengan cara yaitu mengajarkan nafas dalam dan batuk efektif karena prognosis penyakit PPOK yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikelola dengan baik
dc.description.sponsorshipDPU: Ns. Baskoro Setioputro, M. Kep. DPA: Ns. Nur Widayati, M.N.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6189
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Keperawatan
dc.subjectCOPD
dc.subjectNafas Dalam
dc.subjectPursed Lips Breathing
dc.subjectBatuk Efektif
dc.titlePengaruh Nafas Dalam (Pursed Lips Breathing) dan Batuk Efektif terhadap Suara Paru Pasien PPOK di Ruang Sakura Rumah Sakit Daerah Dr. Soebandi Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Aini Fibriatul Ula - 152310101278.pdf
Size:
2.6 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: