Optimasi Metode Ekstraksi Ultrasonikasi pada Penentuan Kadar Kafein Kopi Instan Komersial Menggunakan Response Surface Methodology
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kafein merupakan alkaloid xantin dengan rumus kimia C8H10N4O2 dan
rumus bangun 1,3,7- trimetilxantin. Kafein bisa diisolasi dengan metode
ultrasound-assisted extraction (UAE). Prinsip kerja UAE adalah ekstrak diproses
menggunakan ultrasound (gelombang ultrasonik) berfrekuensi, dengan getaran
yang tinggi untuk merusak dinding sel tumbuhan agar terjadi pelepasan senyawa
yang diinginkan. Proses ekstraksi dilakukan dengan mempertimbangkan variabel
suhu, waktu, dan konsentrasi pelarut.
Penelitian ekstraksi senyawa kafein menggunakan ultrasound-assisted
extraction (UAE) banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu, sehingga perlu
dilakukan optimasi untuk memaksimalkan kinerja ekstraksi dalam mendeteksi
senyawa kafein dalam kopi. Metode Response Surface Methodology (RSM)
diterapkan untuk mengoptimalkan kondisi ekstraksi, dan analisis kuantitatif kafein
yang dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang
maksimum pada 272 nm. Optimasi dilakukan dengan suhu pada rentang 40-60oC,
waktu 20-45 menit dan konsentrasi pelarut yaitu etanol 40-75%. Etanol dipilih
sebagai pelarut karena sifat polaritasnya yang mampu melarutkan senyawa polar
seperti kafein dengan efisien.
Optimasi ekstraksi yang dilakukan dengan bantuan software Design Expert
v13 ditujukan untuk mengoptimalkan interaksi proses ekstraksi dan variabel
terhadap respon kadar kafein yang dihasilkan menjadi efisien. Hasil yang diperoleh
menunjukkan variabel suhu, waktu dan konsentrasi pelarut berpengaruh terhadap
kadar kafein yang dihasilkan. Suhu yang lebih tinggi, waktu ekstraksi yang lebih
lama, dan konsentrasi pelarut etanol yang lebih tinggi secara umum meningkatkan
kadar kafein dalam ekstrak kopi. Data respon kadar kafein dari
ekstraksi kopi instan (Nescafe, Indocafe, dan Koffiku) menunjukkan bahwa kondisi
optimal terjadi pada suhu 60°C, waktu ekstraksi 40 menit, dan konsentrasi etanol
70%. Pada kondisi ini, kadar kafein tertinggi ditemukan pada kopi Indocafe (28,560
mg/g), diikuti oleh Koffiku (27,052 mg/g) dan Nescafe (26,178 mg/g). Peningkatan
kadar kafein hasil penelitian sesuai dengan teori bahwa suhu tinggi dan waktu
ekstraksi yang lebih lama meningkatkan laju difusi dan pelepasan kafein dari kopi
ke dalam pelarut serta tingginya konsentrasi pelarut meningkatkan jumlah kafein
yang terekstrak.
Verifikasi dan konfirmasi metode analisis yang dilakukan berjumlah tiga
kali pengulangan. Kondisi optimum yang telah diperoleh dan nilai desirability
mendekati 1 menunjukkan bahwa hasil pengujian yang dilakukan telah sesuai
dengan prediksi analisis yang ditunjukkan oleh Response Surface Methodology
dalam Software Design Expert V.13
Description
upload by Teddy_6/2/2026
