Deteksi Jumlah Mikroplastik Berbasis Sensor pada Depot Air Minum (DAM) di Kelurahan Sumbersari

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Air minum isi ulang diketahui menggunakan wadah yang diisikan air secara berulang dapat mengakibatkan risiko keberadaan mikroplastik. Konsumsi mikroplastik terbesar di dunia adalah masyarakat Indonesia dimana sekitar 15 gram partikel mikroplastik setiap bulannya dikonsumsi oleh tubuh. Pengukuran mikroplastik dalam air minum isi ulang dapat dikembangkan dengan alat pendeteksi lebih efektif dan tidak memerlukan pengujian di laboratorium. Alat deteksi mikroplastik dalam air dikembangkan dengan teknologi CCD TSL1401 Linear Sensor Array yang memiliki keunggulan menghasilkan nilai pengukuran secara langsung pada layar LCD dan bersifat portabel. Depot Air Minum (DAM) merupakan suatu jenis usaha skala kecil dan mengalami perkembangan pesat dengan teknologi pengolahan setiap tempat yang berbeda-beda. Maka dari itu, perlu dilakukan perancangan prototipe, pengujian lapangan, dan membandingkan hasil pengukuran partikel mikroplastik dengan sensor deteksi dan alat standar pada air minum DAM Kelurahan Sumbersari. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengembangkan sebuah alat deteksi mikroplastik. Pengujian alat deteksi dilaksanakan pada DAM di Kelurahan Sumbersari dengan kriteria DAM masih beroperasi, sumber air yang digunakan dari sumur bor atau sumur gali, serta pengelola DAM bersedia menjadi responden. Pengujian lapangan dilakukan pada sampel air minum dengan ukuran volume 10 ml yang berasal dari 4 DAM di Kelurahan Sumbersari. Pengukuran juga dilakukan perbandingan antara sensor deteksi dan alat standar yang digunakan untuk memperoleh nilai perbedaan. Penyajian data disajikan berupa bentuk narasi dengan didukung tabel, grafik, dan gambar.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By