Preferensi Habitat Berbagai Jenis Burung pada Stratifikasi Pohon di Kawasan RPH Jelbuk, BKPH Lereng Yang Timur, Perhutani KPH Jember dan Pemanfaatannya sebagai Buku Ilmiah Populer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Burung memiliki keanekaragaman tinggi dan peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji, polinator, predator hama, serta bioindikator lingkungan. Namun, keberadaan burung menghadapi berbagai ancaman seperti perburuan liar, kebakaran hutan, dan penggundulan hutan. Di kawasan RPH Jelbuk yang terdiri atas hutan produksi dan lindung, vegetasi yang terbagi dalam lima strata vertikal memengaruhi preferensi ruang hidup burung.
Burung termasuk kelas Aves dengan ciri khas seperti tubuh berbulu, paruh tanpa gigi, dan kemampuan terbang. Morfologinya, termasuk bentuk paruh, bulu, dan kaki, beragam dan beradaptasi dengan fungsi ekologi masing-masing, seperti frugivora, granivora, insektivora, hingga karnivora. Burung hidup dalam berbagai habitat dan sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga berperan sebagai indikator ekosistem. Stratifikasi pohon dalam hutan tropis terdiri atas lima strata berdasarkan tinggi vegetasi, yang menyediakan ceruk ekologi berbeda bagi burung. Preferensi makan dan tempat bertengger sangat dipengaruhi oleh kondisi vegetasi vertikal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis burung dan keterkaitannya dengan stratifikasi vegetasi, serta menyusunnya dalam bentuk buku ilmiah populer agar dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.
Penelitian dilakukan di RPH Jelbuk, KPH Jember menggunakan metode observasi langsung (teknik point count) dengan bantuan kamera digital tipe Sony H400 Cyber Shoot dan teropong monocular SV Bony untuk dokumentasi objek penelitian selama pengamatan berlangsung, serta plot untuk menghitung jumlah vegetasi. Titik pengamatan tersebar di hutan lindung dan produksi, dengan data yang dikumpulkan meliputi morfologi burung, habitat preferensial, serta kondisi abiotik dan biotik. Analisis dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, dominansi, kemerataan, kekayaan jenis, serta metode CCA dan PCA untuk mengaitkan preferensi burung dengan faktor lingkungan. Hasil penelitian selanjutnya disusun menjadi buku ilmiah populer dengan validasi kelayakan isi dan keterbacaan.
Description
Reupload file repository 14 April 2026_Ratna
