Optimasi Tween 80 Dan Polyethlene Glycol 400 Pada Nanoemulasi Minyak Batang Kayu Manis Sebgai Anti Jerawat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Jerawat (Acne Vulgaris) merupakan penyakit inflamasi pada folikel
sebasea yang paling sering ditemukan pada kulit manusia. Penyebab utama
munculnya jerawat adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Propionibacterium acnes. Bakteri Propionibacterium acnes memicu
terjadinya reaksi inflamasi dikarenakan lipase hasil sekresi memecah
trigliserida menjadi asam lemak bebas dan menyebabkan penumpukan pada
pilosebasea. Jerawat yang disebabkan oleh bakteri P. acnes dapat diobati
dengan antiinflamasi topikal dan antibiotik topikal, namun penggunaan
antibiotik topikal secara monoterapi dapat menyebabkan bakteri P.acnes
mengalami resistensi. Salah satu pilihan terapi pengobatan jerawat adalah
dengan menggunakan bahan alami yang memiliki keuntungan dapat
mengurangi resistensi antibiotik. Minyak kulit batang kayu manis (Cinnamomun burmanii) merupakan minyak atsiri yang mempunyai efek antibakteri. Minyak atsiri banyak digunakan pada industri farmasi dan kosmetik, karena kandungannya memiliki banyak manfaat seperti antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi. Namun minyak atsiri memiliki beberapa kekurangan yaitu bersifat hidrofob, kurang stabil, mengiritasi, dan volatil. Untuk mengatasi kekurangan minyak atsiri dilakukan formulasi menjadi sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi adalah bentuk sediaan yang memiliki fase minyak dan fase air yang tidak saling larut atau bercampur dan terdispersi dengan ukuran partikel dalam rentang 10- 200 nm. Tween 80 memiliki nilai HLB 15 dan sifat pengemulsi yang baik, stabil secara termodinamika, dan dapat menghasilkan droplet berukuran nano. Polyethylene Glycol 400 (PEG 400) yang berperan membantu mekanisme kerja surfaktan dengan menurunkan tegangan antarmuka, meningkatkan fluiditas, serta meningkatkan dispersibilitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan formula optimum pada sediaan nanoemulsi minyak kulit batang kayu manis dengan cara melakukan optimasi kadar tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Optimasi dilakukan dengan metode Factorial Design menggunakan perangkat lunak Design expert 13. Dilakukan uji evaluasi
sediaan nanoemulsi meliputi uji % tranmitan, uji viskositas, serta uji pH.
Kemudian hasil uji digunakan sebagai respon optimasi untuk mendapatkan
formula optimum. Dilakukan uji karakteristik pada formula nanoemulsi
optimum yang didapat meliputi uji organoleptis, uji ukuran partikel, uji zeta
potensial, uji stabilitas, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tween 80 berpengaruh terhadap peningkatan pH,persen transmitan, dan viskositas. PEG 400 berpengaruh terhadap peningkatan pH, persen transmitan, dan penurunan viskositas. Interaksi tween 80 dan PEG 400 berpengaruh terhadap peningkatan nilai pH, penurunan persen transmitan, serta penurunan viskositas. Komposisi formula optimum nanoemulsi minyak kulit batang kayu manis adalah tween 80 43g dan PEG 400 14g. Karakterisasi formula optimum nanoemulsi minyak kulit batang kayu manis menghasilkan ukuran droplet sebesar 18,3 nm, zeta potensial -0,1 mV, memiliki kestabilan pada pH, persen transmitan, dan viskositas namun secara statistik tidak stabil. Formula optimum minyak kulit batang kayu manis mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Propionibacterium Acnes diameter zona hambat yang terbentuk sebesar
18,266±0,404 yang termasuk dalam kategori kuat.
Description
Reupload file repositori 3 februari 2026_PKL Fani/Firli
