Toksisitas Ekstrak Daging Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti L. Dan Pemanfaatannya Sebagai Leaflet
| dc.contributor.author | Gio Fani Ian Antono | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-20T06:35:05Z | |
| dc.date.issued | 2024-04-03 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 20 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Nyamuk Aedes aegypti L. merupakan vektor demam berdarah saat ini sedang meningkat populasinya terbukti dengan semakin bertambah tingginya penyakit demam berdarah. Data kementrian kesehatan pada tahun 2020 di bulan September tercatat ada 84.734 kasus demam berdarah dengue dengan penyebaran tertinggi. Kasus demam berdarah yang terus meningkat membutuhkan pengendalian yang mampu digunakan tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat. Pengendalian nyamuk Aedes aegypti L. sampai saat ini masih menggunakan abate yang jika digunakan secara berlebihan dapat merugikan masyarakat seperti pencemaran lingkungan dan menyebabkan resistensi. Beberapa tumbuhan memiliki kemungkinan untuk bisa dijadikan biolarvasida karena mengandung senyawa yang bersifat larvasida. Pembasmian nyamuk Aedes aegypti L. dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti tanaman papaya yang diaplikasikan pada masa jentik-jentik pada nyamuk. Salah satu bagian tanaman papaya yang dapat digunakan sebagai biolarvasida adalah daging papaya. Daging papaya memiliki kandungan senyawa berupa etanol yang bersifat toksik bagi larva nyamuk Aedes aegypti L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dan dilanjutkan dengan pembuatan leaflet. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan ekstrak etanol daging buah pepaya sebagai larvasida alami pemberantas larva nyamuk Aedes aegypti L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daging buah pepaya (Carica papaya L.) maka persentase mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti L. juga semakin tinggi. Hasil uji diketahui bahwa kontrol negatif menggunakan aquades tidak menyebabkan kematian pada larva uji, sedangkan pada kontrol positif menggunakan abate dengan konsentrasi 100 ppm menyebabkan kematian sebesar 100% dari total larva uji setelah pengamatan 24 jam. Grafik hubungan antara mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti L. dengan konsentrasi campuran ekstrak etanol daging buah pepaya (Carica papaya L.) dalam waktu dedah 24 jam. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes DPA: Nadyatul Ilma Indah Savira, S.Si., M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3927 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Aedes aegypti | |
| dc.subject | toxicity ethanol | |
| dc.title | Toksisitas Ekstrak Daging Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti L. Dan Pemanfaatannya Sebagai Leaflet | |
| dc.type | Other |
