Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak NADES Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan seribu pulau yang mempunyai keanekaragaman ekosistem yang sangat luar biasa dan memiliki keanekaragaman hayati karena merupakan gabungan dari benua Asia dan Australia. Potensi luar biasa dari Indonesia ini membutuhkan pemberdayaan yang lebih intensif untuk melakukan penelitian di bidang tanaman obat sebagai pengobatan alternatif di bidang Kesehatan. Salah satu tanaman obat yang memiliki banyak potensi menguntungkan, baik untuk teknologi pangan maupun untuk dikembangkan sebagai obat tradisional adalah tanaman ketepeng cina (Casia alata L.). Salah satu potensi pada tanaman ketepeng cina yang bisa dimanfaatkan dalam bidang kesehatan adalah pada daun. Salah satu senyawa yang terdapat pada daun ketepeng cina adalah polifenol. Senyawa polifenol yang terdapat dalam ketepeng cina bersifat antimikroba terhadap beberapa bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif, S, aureus merupakan floral normal di saluran permukaan kulit, membran, usus manusia dan kelenjar keringat. Floral normal lain yang banyak ditemukan pada tubuh manusia adalah bakteri Escherichia coli. E. coli termasuk jenis bakteri gram negatif, E. coli dapat ditemukan di dalam usus besar manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak NADES daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli dan mengetahui apa saja kandungan senyawa kimia pada ekstrak NADES daun ketepeng cina (Cassia alata L.) yang diekstraksi dengan metode UAE (Ultrasonic Assisted Extraction). Pengujian dilakukan dengan cara membuat serbuk simplisia daun ketepeng cina yang kemudian diekstraksi dengan metode non-konvensional yaitu ultrasonikasi. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, metode sumuran memberikan data berupa ada atau tidak adanya zona hambat yang terbentuk di sekitar antimikroba. Siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif pada uji bersama dengan larutan NADES dengan kombinasi bahan kolin klorida : sorbitol dan akuades sebanyak 100 mL digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil uji antibakteri diukur menggunakan jangka sorong. Hasil dari uji aktivitas antibakteri ekstrak daun ketepeng cina dengan pelarut NADES kombinasi kolin klorida : sorbitol dengan rasio (1:1), (2:1), dan (3:1) didapatkan hasil diameter zona hambat terhadap S. aureus berturut-turut 5,12 mm, 7,83 mm, dan 9,74 mm. Pada hasil uji aktivitas antibakteri terhadap E. coli didapatkan hasil diameter zona hambat berturut-turut 4,34 mm, 6,93 mm, dan 8,61 mm. Dan pada hasil uji skrining ekstrak NADES daun ketepeng cina menunjukkan positif mengandung senyawaa alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin.

Description

Reupload file repository 25 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By