Uji Toksisitas Subkronis Dermal Emulgel Ekstrak Rimpang Jahe Merah terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Tikus Wistar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) telah terbukti efektif dalam mengatasi nyeri neuropati diabetik, namun diperlukan evaluasi keamanan yang komprehensif melalui uji toksisitas subkronis. Penelitian ini menggunakan rancangan true experimental post-test only controlled group design dengan menggunakan hewan uji tikus Wistar berusia 8–10 minggu untuk mengevaluasi toksisitas subkronis dermal dan menilai potensi reversibilitas efek toksik. Lima kelompok (masing-masing 10 tikus; 5 jantan, 5 betina) menerima ekstrak emulgel dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB yang dioleskan secara dermal selama 28 hari dengan kelompok satelit dipantau selama periode pemulihan 14 hari. Sampel darah dianalisis untuk parameter hematologi (hemoglobin, eritrosit, diferensial leukosit, trombosit) dan biokimia klinik (AST, ALT, BUN, kreatinin, glukosa, kolesterol, trigliserida).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel ekstrak rimpang jahe merah menyebabkan perubahan yang signifikan dan dose-dependent pada jumlah leukosit dan komposisi diferensialnya yang mengindikasikan aktivasi mielopoiesis yang dimediasi oleh aksis HPA. Tikus betina menunjukkan reversibilitas penuh dari perubahan hematologi setelah periode pemulihan, sedangkan tikus jantan menunjukkan perubahan neutrofil, limfosit, dan monosit yang persisten. Parameter biokimia tetap berada dalam rentang fisiologis normal meskipun terjadi perubahan kreatinin yang signifikan secara statistik pada dosis yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa emulgel ekstrak rimpang jahe merah memiliki profil keamanan yang baik dengan efek hematologi yang bergantung pada dosis sehingga mendukung potensinya untuk dikembangkan sebagai agen terapeutik untuk mengatasi nyeri neuropati diabetik.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Mei 19
