Penerapan Parallel Editing Untuk Menambah Unsur Dramatik dalam Film Maaf Bapak Salah Jalan
| dc.contributor.author | Nur Adhim Hisyam | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-15T03:40:28Z | |
| dc.date.issued | 2025-12-01 | |
| dc.description | Reuplod Repository Ratna 15 Juli 2026/ Finalisasi oleh Agus 15 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang angka perkawinan dini terbesar di Indonesia hingga menyebabkan dispensasi perkawinan. Ada banyak hal berbahaya dampak dari pernikahan usia dini baik dari kesehatan maupun psikologis, diantaranya adalah risiko bayi lahir stunting. Selain itu, banyaknya kasus pernikahan dini dapat menimbulkan polemik baru yaitu kemiskinan. Kemiskinan menjadi masalah sosial yang kompleks dan bersifat multidimensionl bagi banyak negara di dunia, terutama di negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Fenomena pernikahan dini dan kemisikinan menarik untuk dibicarakan karena masih menjadi isu besar di Indonesia, khususnya di wilayah Tapal Kuda (Lumajang, Probolinggo, Jember, Situbondo, Bondowoso). Film mengomunikasikan informasi dan ide, dan mereka menunjukkan kepada kita tempat dan cara kehidupan yang mungkin tidak kita ketahui, (Bordwell, 2019:2). Maaf Bapak Salah Jalan bercerita tentang usaha bapak membeli susu untuk anaknya di tengah pandemi covid-19 yang membuatnya kesusahan mencari pekerjaan dan uang untuk membeli susu. Dalam film ini pengkarya mengambil peran sebagai penyunting gambar atau editor dengan menggunakan konsep parallel editing untuk membangun nsur dramatik film. Dalam membangun unsur dramatik dan emosi di dalam sebuah film tidak cukup melalui unsur naratif saja, melainkan harus didukung melalui unsur sinematik seperti penataan gambar, suara, warna, artistik, dan tentunya penyuntingan gambar. Teknik Parallel editing yang diterapkan pengkarya membantu konsep sinematografi yang diterapkan pada film Maaf Bapak Salah Jalan yakni angle kamera subjektif. Dengan menggunakan konsep parallel editing, pengkarya menyampaikan pesan yang tak hanya terdengar, tetapi juga terlihat. Keseluruhan proses dijalankan dengan tujuan mencapai keselarasan konsep yang telah dipilih, serta memastikan kemampuan film dalam menyampaikan pesan dengan tepat melalui mediumnya. Sebuah film bukan sekadar rangkaian adegan, melainkan karya seni dinamis yang berbicara melalui bahasa universal audio visual, menyentuh jiwa dan merangkul imajinasi penonton. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dwi Haryanto, S.Sn., M..Sn. Dosen Pembimbing Anggota : Denny Antyo Hartanto, S.Sn., M.Sn. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11300 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | perkawinan dini | |
| dc.subject | Parallel Editing | |
| dc.subject | Dramatik | |
| dc.subject | Film Maaf Bapak Salah Jalan | |
| dc.title | Penerapan Parallel Editing Untuk Menambah Unsur Dramatik dalam Film Maaf Bapak Salah Jalan | |
| dc.type | Other |
