Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pada Pekerjaan Struktur Hotel Aston Inn Lumajang dengan Metode FMEA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kecelakaan kerja di industri konstruksi sering terjadi akibat unsafe condition,
tidak konsistennya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
(SMKK), dan tindakan tidak sesuai prosedur. Faktor lainnya meliputi kurangnya
tenaga ahli K3, metode kerja yang kurang tepat, serta minimnya alat pelindung diri
(APD). Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, kasus kecelakaan kerja
meningkat dari 221.740 kasus pada 2020 menjadi 265.334 kasus hingga November
2022. Proyek Hotel Aston Inn Lumajang, yang berlokasi di lingkungan padat
penduduk, menghadapi tantangan keselamatan akibat human error dan faktor
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel risiko yang
memengaruhi implementasi SMKK pada pekerjaan struktur proyek Hotel Aston Inn
Lumajang, menganalisis risiko tertinggi, serta merumuskan langkah mitigasi K3
yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis
(FMEA) untuk menganalisis risiko kecelakaan pada pekerjaan struktur proyek
tersebut. Hasil penelitian mengidentifikasi 58 variabel unsafe condition dan 41
variabel unsafe action, dengan risiko tertinggi meliputi pekerja tidak waspada
terhadap lubang bor (RPN 12,533), tangan tergores saat pemotongan besi (RPN
25,483), tulangan balok jatuh (RPN 25,833), dan pekerja tidak memakai APD
lengkap (RPN 19,039). Mitigasi mencakup substitusi, tindakan teknis,
administratif, dan penanganan APD. FMEA terbukti efektif dalam menganalisis
risiko secara kuantitatif, mendukung penerapan SMKK yang lebih baik untuk
mencapai zero accident. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan
keselamatan kerja konstruksi melalui identifikasi risiko, analisis bahaya, dan
mitigasi yang tepat.
Description
Reuploud file repositori 1 april 2026_Firli
