Analisis Fenomena Urban Heat Island di Kota Probolinggo Berbasis Citra Satelit Multitemporal
| dc.contributor.author | Ayuni Dwi Rizki | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T01:45:42Z | |
| dc.date.issued | 2024-01-26 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 22 Jan 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Urban Heat Island adalah fenomena meningkatnya suhu permukaan lahan di wilayah perkotaan akibat intensitas pembangunan yang menyebabkan wilayah kota, terutama pusat kota, menjadi lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya (Darlina et al., 2018) Fenomena UHI ini berdampak signifikan pada konsumsi listrik bangunan, dengan peningkatan rata-rata 19% pada energi pendinginan ( Li et al., 2019). Fenomena UHI juga berdampak pada kesehatan manusia seperti, stress pada paru-paru, risiko terkena sengatan panas, dan kerusakan ginjal akibat kekurangan cairan (Heaviside et al., 2017; Piracha & Chaudhary, 2022). Fenomena UHI ini terjadi di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, India, Jepang (Lowe, 2016; Mathew et al., 2018; Wong et al., 2017; Oishi, 2019). Penelitian mengenai UHI di Indonesia telah dilakukan di lingkungan metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung (Muzaky & Jaelani, 2019). Kota Probolinggo diperkirakan juga akan mengalami dampak dari fenomena Urban Heat Island. Pernyataan ini didasarkan pada data BPS Kota Probolinggo tahun 2014 dan 2023 dikatakan bahwa jumlah penduduk tahun 2014 penduduk Kota Probolinggo berjumlah 220.767 jiwa dan tahun 2023 berjumlah 246.000 jiwa (BPS 2015: BPS 2024). Oleh karena itu, kajian terkait UHI di Kota Probolinggo ini perlu dilakukan. Fenomena UHI ini berkorelasi erat dengan penggunaan ruang terbuka, sehingga teknologi seperti remote sensing sangat diperlukan untuk mendukung pengamatan dan studi ini. Teknologi remote sensing memungkinkan pemantauan suhu permukaan, tutupan lahan, dan perubahan lingkungan secara efisien (Liu et al., 2016). Penelitian terdahulu yang membahas mengenai remote sensing terkait UHI di Kota Probolinggo adalah penelitian dari Listyawati et al., (2024) yang menunjukkan bahwa suhu tinggi dan sangat tinggi mendominasi suhu permukaan kota tersebut selama lima tahun terakhir, yaitu 2013, 2017, dan 2022. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari perubahan penggunaan lahan | |
| dc.description.sponsorship | - | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/183 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Urban Heat Island | |
| dc.subject | Satelit Multitemporal | |
| dc.subject | Penginderaan Jarak Jauh | |
| dc.subject | Fisika | |
| dc.title | Analisis Fenomena Urban Heat Island di Kota Probolinggo Berbasis Citra Satelit Multitemporal | |
| dc.type | Other |
