Analisis Determinan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Menggunakan Metode HOT-Fit (Studi di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu kesehatan masyarakat
Abstract
Teknologi sistem informasi telah mendorong dan mempengaruhi pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan. SIMRS merupakan suatu sistem yang mendukung
pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menentukan strategi untuk
mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit. SIMRS dapat mempercepat dan
mempermudah pelayanan. Kebijakan kesehatan di Indonesia wajib
menyelenggarakan SIMRS untuk mendukung pelayanan di tiap rumah sakit.
Penggunaan SIMRS di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik bersifat wajib.
Dimana rumah sakit ini telah menerapkan SIMRS berbasis dekstop dengan bahasa
pemrograman visual foxpro. Terdapat beberapa kendala dalam penerapan SIMRS.
Salah satunya adalah jika ditinjau dari aspek manusia, pengguna sering mengalami
kesalahan informasi mengenai ketersediaan kamar. Jika ditinjau dari aspek teknologi, kualitas
informasi yang dihasilkan hanya sekitar 40% karena beberapa pelaporan dari data
penggunaan SIMRS masih menggunakan cara manual, sehingga membutuhkan
waktu yang lama dalam pelayanan. Ditinjau dari aspek organisasi dukungan yang
diberikan kepada pihak IT masih belum maksimal karena terkendala biaya yang
cukup besar untuk pengembangan sistem. Berdasarkan beberapa permasalahan
tersebut, peneliti melakukan penelitian terkait analisis implementasi SIMRS
menggunakan metode HOT-Fit berdasarkan tiga aspek yaitu manusia teknologi
dan organisasi di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan
rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini 288 orang dengan sampel
167 orang pengguna sistem. Teknik pengambilan sampel menggunakan
probability sampling dengan teknik disproportional random sampling. Teknik
dan alat perolehan data melalui wawancara dan pembagian kuisioner. Teknik
analisis data menggunakan SmartPLS 3.2.
Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam implementasi
SIMRS terdiri dari ketiga faktor yaitu faktor manusia, faktor teknologi dan faktor
organisasi. Variabel yang berpengaruh terhadap implementasi SIMRS diantaranya
kepuasan pengguna, kualitas informasi, struktur organisasi dan lingkungan.
Variabel yang tidak berpengaruh penggunaan sistem, kualitas sistem dan kualitas
layanan. Variabel yang berpengaruh disebabkan penerimaan dan sesuai harapan,
kemudahan dipelajari, kemudahan digunakan, informasi yang dihasilkan lengkap
akurat konsisten dan relevan, jaminan, dukungan top manajemen serta fasilitas
yang menunjang. Variabel yang tidak berpengaruh disebabkan tidak diberikan
pelatihan sehingga pemahaman kurang, daya tanggap dan empati penyedia
layanan respon kurang cepat karena terbatasnya SDM, monitoring dan evaluasi
jarang dilakukan, dan komunikasi antar unit kurang
Saran dari penelitian ini memberikan pelatihan terutama bagi pegawai baru
atau pegawai yang belum pernah mendapatkan pelatihan. Dalam menerapkan
suatu teknologi informasi dirumah sakit, maka perlu untuk mempertimbangkan
kemampuan dari sumber daya manusia. SIMRS perlu dilakukan monitoring dan
evaluasi untuk menunjukkan bahwa organisasi memberikan dukungan nyata pada
pengoperasian SIMRS. Peran organisasi sangat penting terutama saat pengenalan
system sehingga dapat meningkatkan penerimaan penggunaan dan partisipasi dari
system use. Peningkatan kualitas layanan dengan menambahkan jumlah sumber
daya manusia di bagian unit IT juga diperlukan untuk dapat lebih meningkatkan
kepuasan pengguna, sehingga implementasi SIMRS mencapai tujuan seperti yang
telah diharapkan.
Description
reupload file repository 7 april 2026 izza/tofik
