Penetapan Mutu Bubuk Kunyit Merek Labuna dengan Merek Komersil Lainnya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Komoditas rempah rimpang (empon – empon) yang tersebar luas di
Indonesia dan mudah ditemukan salah satunya adalah kunyit. Badan Pusat
Statistik (2021) melaporkan bahwa data hasil produksi kunyit Indonesia sebesar
184,82 juta kg dan produksi kunyit terbanyak berada pada wilayah Jawa Timur
sebesar 82,98 juta kg. Hal tersebut dapat menjadi sumber penghasilan bagi
pebisnis untuk usaha bubuk kunyit. Salah satu industri dalam negeri yang
bergerak dipengolahan bubuk kunyit yaitu PT. Labuna Jaring Nusantara. Sebagian
besar masyarakat belum mengetahui produk bubuk kunyit komersil yang
memenuhi syarat mutu yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis mutu bubuk kunyit merek Labuna dengan merek komersil lainnya
berdasarkan mutu fisik (densitas kamba, daya serap air, waktu larut, warna, dan
kehalusan), mutu kimia (kadar air, kadar abu, dan kadar kurkumin), dan mutu
sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa), serta mengetahui produk bubuk kunyit
terbaik berdasarkan acuan SNI bubuk kunyit 01-3709-1995.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan
pendekatan kuantitatif. Perbandingan dilakukan antara bubuk kunyit merek
Labuna dengan merek komersil lainnya untuk mengetahui perbedaan produk.
Data kuantitatif yang diperoleh dibandingkan dengan syarat mutu SNI nomor 01-
3709-1995 tentang Rempah – Rempah Bubuk. Pengambilan sampel dilakukan
dengan metode purposive sampling dengan pertimbangan mengenai sampel yang
digunakan untuk mewakili suatu populasi. Proses sampling dilakukan sebanyak
tiga kali pada lot produk atau bulan produksi yang berbeda. Kriteria yang
digunakan dalam pengambilan sampel didasarkan pada data pemesanan produk
bubuk kunyit di aplikasi lapak belanja online dan informasi laporan kompetitorPT. Labuna Jaring Nusantara. Produk bubuk kunyit komersil yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu merek Labuna (A), merek Desaku (B), merek Hachiko
(C), merek Tabura (D), dan merek Cap Pohon Mangga (E). Pengujian mutu yang
digunakan pada penelitian ini meliputi mutu fisik, mutu kimia, dan mutu sensori.
Uji organoleptik dilakukan menggunakan 35 panelis tak terlatih untuk menilai
mutu sensori produk bubuk kunyit komersil melalui uji mutu hedonik.
Parameter mutu kimia memperoleh hasil kadar air bubuk kunyit yang
diperoleh bahwa semua merek bubuk kunyit memenuhi SNI sebesar 12% kecuali
merek Hachiko sebesar 12,67%. Nilai kadar abu bubuk kunyit hasil penelitian
menunjukkan merek Hachiko dan merek Cap Pohon Mangga sesuai dengan SNI
yaitu maksimal 7%, sedangkan merek Labuna, Desaku, dan Hachiko melebihi
ketentuan SNI. Kadar kurkumin hasil penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan nilai rata – rata kadar kurkumin lebih rendah dibandingkan
penelitian terdahulu sebagai acuan. Parameter fisik densitas kamba memperoleh
hasil bahwa semua merek bubuk kunyit memenuhi standar dengan nilai densitas
kamba tertinggi pada merek Labuna sebesar 0,49 g/ml. Nilai daya serap air yang
dihasilkan pada semua merek bubuk kunyit hampir sama dengan nilai tertinggi
terdapat pada merek Labuna sebesar 5,74 ml/g. Waktu larut yang diperoleh
menunjukkan merek Labuna memiliki waktu larut tersingkat yaitu 13 detik. Nilai
warna menggunakan color reader menunjukkan bahwa warna bubuk kunyit yang
dihasilkan memiliki nilai yang hampir sama. Parameter kehalusan menunjukkan
hasil yang diperoleh untuk semua merek bubuk kunyit memenuhi syarat mutu
SNI, sedangkan untuk mutu sensori bubuk kunyit dapat diketahui untuk atribut
warna, aroma, dan tekstur memiliki perbedaan antara merek Labuna dengan
merek komersil lainnya, namun untuk atribut rasa tidak terdapat perbedaan pada
produk merek Labuna dengan merek komersil lainnya. Produk bubuk kunyit yang
sesuai dengan syarat mutu SNI yaitu dan merek Cap Pohon Mangga (E),
sedangkan untuk merek Labuna (A), merek Desaku (B), dan merek Tabura (D)
belum memenuhi syarat standar kadar abu sesuai SNI, dan merek Hachiko (C)
belum memenuhi syarat standar kadar air sesuai SNI.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
