Perbedaan Motivasi Belajar Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing dan Student Team Achievement Division (STAD) (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Sistem dan Alat Pembayaran Kelas X Peserta Didik SMA Negeri Kalisat Kab. Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Motivasi belajar peserta didik muncul sebagai salah satu elemen kunci yang memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan akademis. Motivasi belajar peserta didik mencerminkan seberapa kuat dorongan mereka untuk belajar, berpartisipasi, dan berusaha mencapai tujuan pembelajaran. Dalam dunia pendidikan, peran motivasi belajar tidak bisa diabaikan. Saat peserta didik merasa termotivasi, mereka cenderung lebih bersemangat, berdedikasi, dan berusaha untuk mencapai tujuan akademis mereka. Namun, ketika motivasi rendah atau tidak ada, proses pembelajaran bisa menjadi sulit, bahkan menimbulkan rendahnya semangat peserta didik dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi di SMAN Kalisat serta pengamatan langsung pada saat kegiatan KK-PLP yang juga dilakukan di SMAN Kalisat adalah nilai rata - rata hasil belajar peserta didik di kelas mendapatkan nilai di bawah KKM, yang berarti banyak peserta didik yang memperoleh hasil belajar di bawah nilai KKM yaitu nilai 75. Hal ini dikarenakan pada saat guru menerangkan materi terdapat beberapa permasalahan yang ada pada kelas X yang dalam pembelajarannya menggunakan model STAD dengan model ini kegiatan yang dilakukan oleh guru ditemukan peserta didik yang keluar masuk saat berlangsungnya kegiatan belajar. Peserta didik cenderung tidak acuh terhadap penjelasan guru saat menerangkan materi pelajaran. Selain itu peserta didik juga kurang berantusias untuk memahami permasalahan yang terjadi pada saat pembelajaran dan enggan untuk bertanya. Pada saat peserta didik disuruh maju kedepan untuk menjelaskan, ia tidak berani untuk maju. peserta didik diperbolehkan menggunakan handphone untuk mencari jawaban. Akan tetapi, peserta didik tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Dalam proses pembelajaran peserta didik ragu untuk bertanya terhadap guru terkait suatu hal yang tidak dipahami sehingga pertanyaan tidak tersampaikan. Permasalahan tersebut terjadi disebabkan karena motivasi peserta didik dalam belajar masih rendah. Maka dari itu peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar peserta didik dengan model STAD yang sudah digunakan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif jenis group experimental design guna mengetahui perbedaan motivasi belajar antara model snowball throwing dan STAD. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumen. Peneliti menggunakan analisis uji t dalam mengolah data peneltiian. Peneliti menentukan lokasi penelitian dengan teknik purposive sampling. Hal ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan lokasi penelitian dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Lokasi yang dipilih oleh peneliti pada penelitian ini yaitu di SMA Negeri Kalisat. Hasil analisis data dalam penelitian ini yatu motivasi belajar peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajara n STAD. Kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata motivasi belajar dengan kategori rendah yaitu sebesar 24,81, sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata motivasi belajar dengan kategori tinggi yaitu sebesar 46,25. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar peserta didik yang menerapkan snowball throwing lebih tinggi daripada kelas yang menerapkan model STAD

Description

Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By