Analisis Determinan Ekspor Batubara Indonesia (Periode 2013-2023)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh suku bunga, nilai tukar, dan harga batubara global terhadap volume ekspor batubara Indonesia periode 2013-2023. Ketergantungan Indonesia pada ekspor batubara menimbulkan risiko Dutch Disease, yaitu fenomena dimana booming ekspor komoditas dapat menyebabkan apresiasi nilai tukar dan melemahkan sektor manufaktur domestik. Menggunakan data time series triwulanan dari UN Comtrade, Bank Indonesia, dan Newcastle Index, penelitian ini menerapkan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk membedakan pengaruh jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan model ARDL (1,1,1,3) memiliki R-squared 0,9196 dan Prob(F-statistic) 0,000000, serta lolos uji asumsi klasik. Dalam jangka pendek, nilai tukar berpengaruh signifikan negatif (koefisien -3,4615; p=0,0101) yang bertentangan dengan teori. Dalam jangka panjang, suku bunga terbukti berpengaruh negatif signifikan (koefisien -44,4591; p=0,0006), mendukung teori Mundell-Fleming. Error Correction Term sebesar -0,2929 (p=0,0025) menunjukkan 29,3% koreksi ketidakseimbangan per triwulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan moneter melalui suku bunga efektif dalam jangka panjang namun tidak dalam jangka pendek, sehingga mitigasi risiko Dutch Disease memerlukan pendekatan kebijakan komprehensif.
Description
Approved by Teddy
