Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Kolkisin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum)
| dc.contributor.author | Tunjung Puspita Sari | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T01:13:27Z | |
| dc.date.issued | 2024-08-19 | |
| dc.description | upload by_Teddy30/0132026 | |
| dc.description.abstract | Metode pemuliaan tanaman yang dapat digunakan untuk mendapatkan varietas unggul salah satunya adalah dengan metode induksi poliploidi. Penggunaan metode Induksi poliploidi pada tanaman hortikultura telah banyak dilakukan dan dikembangkan, banyak diantaranya yang menggunakan senyawa kimia seperti kolkisin sebagai mutagen. Kolkisin merupakan senyawa kimia yang dapat menghambat proses mitosis pada tanaman, sehingga sel tanaman akan berganda dan memperbesar ukuran dan buah tanaman. Disisi lain, kolkisin juga memiliki efek negatif seperti menghambat pertumbuhan dan menurunkan persentase perkecambahan benih. Maka dari itu, penentuan konsentrasi yang tepat diperlukan agar tanaman dapat menyerap kolkisin dengan meminimalkan efek negatif dari kolkisin itu sendiri. Adapun apalikasi kolkisin yang efektif dan mudah dilakukan yaitu dengan menggunakan perendaman benih dengan konsentrasi tertentu. Penggunaan kolkisin dengan konsentrasi 0,2% mampu meningkatkan diameter batang, sedangkan lama perendaman 24 jam berpengaruh pada panjang tanaman dan berat buah per plot. Berdasarkan penjelasan diatas, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan penerapan konsentrasi kolkisin dan lama perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil Tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2023 di Greenhause Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Rancangan yang digunakan yakni rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi Kolkisin (K) dengan 4 taraf yaitu K0 = 0%, K1 = 0,1%, K2 = 0,2%, K3 = 0,3% dan faktor kedua berupa Lama perendaman (P) dengan 3 taraf yaitu P1= 18 Jam, P2 = 24 Jam, P3 = 30 Jam. Jika hasil yang diperoleh menunjukkan beda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan α=5%. Variabel pengamatan meliputi persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat per buah, diameter buah, dan tingkat kemanisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada pemberian kolkisin dengan konsentrasi 0,3% dan lama perendaman 18 jam (K3P1) yang menghasilkan jumlah buah sebesar 11.33 buah. Sementara itu, pemberian konsentrasi kolkisin sebesar 0.3% menunjukkan hasil terbaik terhadap parameter daya kecambah dan jumlah buah pertanaman yakni masing-masing sebesar 29.63% dan 10.67 buah. Sedangkan pemberian lama perendaman benih tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Penggunaan senyawa kolkisin mampu untuk menurunkan jumlah biji pada buah tomat dan meningkatan penebalan daging buah. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Ir. Parawita Dewanti, M.P. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/759 | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Konsentrasi Kolkisin | |
| dc.subject | Pertumbuhan Tananaman | |
| dc.title | Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Kolkisin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) | |
| dc.type | Other |
