nalisis Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu Menggunakan Citra Sentinel-2 (Studi Kasus di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Tanaman tebu memiliki peran penting dalam produksi gula nasional, namun pada 2023 produksi menurun menjadi 2,23 juta ton (BPS, 2024). Produksi tebu dipengaruhi oleh setiap fase pertumbuhannya, karena pada setiap fase pertumbuhan tanaman terjadi perubahan fisiologis yang menentukan potensi hasil panen tebu. Penelitian dilakukan di dua petak lahan yang tersebar di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, dengan varietas tebu Bululawang. Data citra diolah menggunakan Google Earth Engine, sedangkan data verifikasi dikumpulkan melalui survei lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada fase awal pertumbuhan dari tiga indeks vegetasi yang dianalisis: NDVI, NDII, dan SAVI masih rendah. Hasil menunjukkan bahwa pada fase awal, nilai NDVI : 0,181-0,465; NDII:0,115-0,369; SAVI: 0,149-0,583, karena tanaman belum memiliki tutupan daun yang optimal dan masih dipengaruhi reflektansi tanah. Fase vegetatif menunjukkan peningkatan signifikan nilai NDVI: 0,521-0,796; NDII: 0,377–0,587; SAVI: 0,632–0,832, hal ini menandakan peningkatan kandungan air dan kerapatan tajuk. Sementara pada fase pematangan, nilai indeks mulai menurun, nilai NDVI: 0,787-0,539;NDII: 0,614-0,4; SAVI: 0,813-0,553, hal ini seiring berkurangnya aktivitas fotosintesis dan perubahan warna daun menjadi kekuningan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks SAVI efektif digunakan dalam pemantauan fase pertumbuhan tebu. Penerapan teknologi penginderaan jauh dalam fase pertumbuhan tanaman dapat mengklasifikasikan fase pertumbuhan, yaitu fase awal, vegetatif, dan fase pematangan. Hal tersebut dapat diketahui karena warna dan reflektansi daun berubah seiring fase pertumbuhan dan dapat terdeteksi dari citra satelit.

Description

upload by Teddy_30/01/2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By