Patriarki di Nigeria
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Nigeria memiliki kondisi masyarakat yang patriarki sejak era pra
kolonialisme (sebelum tahun 1940). Hal tersebut membuat perempuan di Nigeria
teropresi pada tahun 2019 hingga tahun 2021. Pemerintah Nigeria sejak 2012
bekerjasama dengan United Nations Entity for gender Equality and the
Empowerment of Women (UN Women) untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Meskipun demikian, patriarki di Nigeria masih mendominasi sehingga membuat
perempuan teropresi. Opresi pada perempuan adalah kondisi ketika perempuan
mengalami ketertindasan atas seksualitas mereka. Terdapat beberapa faktor yang
menyebabkan patriarki masih mendominasi di Nigeria sehingga menyebabkan
opresi pada perempuan Nigeria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
faktor penyebab patriarki masih mendominasi di Nigeria meskipun Pemerintah
Nigeria sudah bekerjasama dengan United Nations Entity for gender Equality and
the Empowerment of Women (UN Women). Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuasi kualitatif. Penelitian kuasi kualitatif melibatkan data kualitatif terkait faktor
penyebab patriarki masih mendominasi di Nigeria dengan menggunakan acuan
teori dan penulis yang berperan sebagai alat analisis. Acuan teori yang digunakan
oleh penulis dalam penelitian ini adalah teori feminisme radikal dari Kate Millet.
Feminisme radikal menganggap bahwa adanya opresi yang dialami oleh perempuan
berasal dari budaya patriarki. Opresi hanya dapat hilang ketika perempuan memiliki
kesadaran diri untuk melawan patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
patriarki masih mendominasi di Nigeria karena masyarakat dan negara masih
memelihara dengan baik budaya patriarki. Masyarakat Nigeria dalam kehidupan
sehari-hari mempercayai bahwa laki-laki dapat menguasai perempuan. Dogma
budaya patriarki bercampur dengan dogma agama sehingga memiliki keyakinan
yang lebih mendalam terkait kebenaran hal tersebut. Kehidupan yang patriarki
kemudian membentuk mentalitas yang patriarki dalam menjalankan roda
bernegara. Hasilnya, pemerintahan berjalan dengan pola kerja yang patriarki
sehingga menghasilkan kebijakan yang patriarki. Selanjutnya, negara yang patriarki
juga tercermin pada aparat yang patriarki. Aparat yang seharusnya menegakkan
peraturan, dalam menjalankan tugasnya masih membawa sifat-sifat patriarki.
Patriarki tetap mendominasi apabila tidak terdapat kesadaran dalam peempuan san
masyarakat Nigeria.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 27
