Molecular Docking dan Sintesis Senyawa Pinostrobin Sinamat dari Isolat Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Indonesia kaya akan berbagai tanaman obat, lebih dari 940 spesies tanaman
obat yang telah digunakan sebagai obat tradisional. Ada banyak pengobatan dengan
bahan alam yang dapat dipilih sebagai solusi mengatasi penyakit di Indonesia, salah
satunya ialah penggunaan ramuan obat berbahan herbal seperti tanaman obat dari
suku Zingiberaceae yakni rimpang temu kunci. Rimpang Temu kunci
(Boesenbergia pandurata Roxb.) digunakan dalam ethnomedicine sebagai
antiflatulen, anti diare, dan agen antirematik. Rimpang temu kunci menghasilkan
senyawa flavonoid mayor yaitu pinostrobin yang memiliki berbagai macam
aktivitas, antara lain sebagai antiinflamasi, antivirus, antioksidan, antikanker, dan
antimikroba. Namun belum ada penelitian terkait pinostrobin sebagai
antituberkulosis, sehingga hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan
pengembangan obat isolat rimpang temu kunci yakni pinostrobin, dengan
melakukan sintesis turunan pinostrobin yaitu pinostrobin sinamat, dan dilakukan
docking dengan reseptor yang menggunakan kode 1ENY dengan pembanding obat
antituberculosis yang ada dipasaran yaitu Isoniazid.
Prosedur pengisolasian senyawa dari rimpang temu kunci diawali dengan
mengekstraksi serbuk tanaman ini menggunakan pelarut n-heksana. Ekstrak kental
rimpang temu kunci yang didapatkan kemudian difraksinasi menggunakan metode
kromatografi kolom dengan fase diam silika gel F254 dan fase gerak n-heksana : metanol
(5;1) hingga diperoleh fraksi yang mengandung senyawa target flavonoid mayor yaitu
pinostrobin. Sehingga dilakukan rekristalisasi dengan serta dimonitoring
menggunakan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dengan eluen n-heksana : metanol
(5:1), sehingga didapatkan kristal isolat murni dan dilakukan proses sintesis
menggunakan reaksi substitusi aromatik elektrofiliki (Asilasi). Perolehan hasilisolat sebanyak 19,8879 g (5,12%), dan rendemen hasil produk sintesis sebanyak
67,5 mg (67,47%).
Tahap selanjutnya dilakukan docking untuk mengetahui pengaruh aktivitas
antituberkulosis terhadap senyawa turunan pinostrobin sinamat. Identifikasi
senyawa turunan pinostrobin sinamat dilakukan uji kemurnian dengan KLT yang
tampak noda tunggal pada senyawa target. Identifikasi struktur senyawa setelah
menggunakan spektrometer 1H-NMR 400 MHz dengan pelarut CDCl3
menghasilkan hasil spektra 1H-NMR yang sesuai dengan prediksi 1H-NMR
ChemOffice. Hasil in silico (docking) pinostrobin sinamat dengan reseptor 1ENY
menunjukkan memiliki binding affinity lebih baik dibandingkan dengan
pinostrobin, INH (Isoniazid) dan native ligand.
Description
Reupload file repository 2 Februari 2026_arif/halima
