Strategi Pengembangan Kopi Bubuk Kahyangan untuk Meningkatkan Volume Penjualan (Studi Kasus: Perumda Perkebunan Kahyangan)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan volume penjualan Kopi Bubuk Kahyangan (150 gram) pada Perumda Perkebunan Kahyangan, dari 4.647 kg tahun 2023 menjadi 2.013 kg tahun 2025, meskipun perusahaan memiliki kapasitas produksi cukup besar sekitar 480–600 kg per hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan utama perusahaan bukan pada produksi, tetapi pada pemasaran, distribusi, dan rendahnya pemanfaatan pasar digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal perusahaan, menentukan alternatif strategi pengembangan, serta merumuskan prioritas strategi untuk meningkatkan volume penjualan menggunakan analisis SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis matriks IFE menunjukkan skor 3,300 yang menandakan kondisi internal perusahaan kuat, terutama pada keunggulan produk 100% robusta murni, kualitas bahan baku dari kebun sendiri, harga terjangkau, dan citra sebagai kopi lokal Jember. Hasil matriks EFE memperoleh skor 3,146 yang menunjukkan perusahaan mampu merespons peluang dan ancaman eksternal secara baik, khususnya meningkatnya minat konsumen terhadap kopi murni dan perkembangan e-commerce. Analisis SWOT menghasilkan empat strategi utama, yaitu meningkatkan awareness melalui media sosial (SO1), memanfaatkan harga terjangkau dan kualitas bahan baku terjamin (SO2), memperluas jaringan distribusi (SO3), serta mengoptimalkan kapasitas produksi dan kontrol bahan baku (SO4). Berdasarkan analisis AHP dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,04 (<0,1), strategi prioritas utama adalah SO2, diikuti SO3 dan SO1. Implementasi strategi diproyeksikan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar 15–20% per tahun atau sekitar ±3.450–3.600 kemasan per bulan melalui penguatan pemasaran digital, perluasan distribusi di wilayah Jember, dan optimalisasi kapasitas produksi yang telah tersedia. Oleh karena itu, perusahaan disarankan memprioritaskan pemasaran digital dan pengembangan jaringan distribusi agar peningkatan penjualan dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan

Description

Validasi file repositori 23 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By