Optimasi Pektin dan Sorbitol Dalam Pembuatan Cangkang Kapsul Non Gelatin
| dc.contributor.author | Bahirah Ramadhan | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-18T07:34:29Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-13 | |
| dc.description | Reupload file repositori 14 Mei 2026_Maya Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Kapsul gelatin merupakan sediaan oral yang banyak digunakan, namun umumnya bersumber dari bahan hewani seperti kulit babi dan sapi sehingga menimbulkan permasalahan halal dan kultural bagi kelompok tertentu. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan cangkang kapsul non gelatin yang bersifat halal, aman, dan dapat diterima oleh seluruh kalangan. Pektin dipilih sebagai bahan alternatif karena mampu membentuk film, namun memiliki kelemahan berupa sifat rapuh sehingga diperlukan penambahan sorbitol sebagai plasticizer serta HPMC dan CMC Na sebagai pendukung sifat mekanik dan homogenitas massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formulasi cangkang kapsul non gelatin berbasis pektin dan sorbitol menggunakan metode simplex lattice design dengan batas atas dan batas bawah pektin adalah 5 dan 1. Parameter respon yang diamati meliputi ketebalan, derajat swelling, dan waktu hancur. Formula optimum yang diperoleh diverifikasi secara statistik menggunakan one sample t-test dan dikarakterisasi melalui uji disolusi menggunakan parasetamol sebagai obat model. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan formulasi cangkang kapsul non gelatin dengan karakteristik yang mendekati kapsul gelatin serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif kapsul halal. Hasil evaluasi pada formula 1 sampai 8 cangkang kapsul non gelatin memenuhi persyaratan cangkang kapsul non gelatin yang baik diantaranya pengujian organoleptis, pH, waktu hancur, dan swelling. Namun ketebalan cangkang kapsul lebih tipis dibandingkan yang dipersyaratkan, hal ini dapat disebabkan perbedaan konsentrasi polimer dan kondisi proses, terutama viskositas larutan dan metode pencetakan. Semakin tinggi jumlah pektin yang digunakan akan meningkatkan respon swelling dan ketebalan, sehingga pektin memberikan pengaruh yang lebih besar pada respon tersebut. Pada respon waktu hancur, sorbitol memberikan pengaruh yang lebih besar, sehigga formula dengan peningkatan jumlah sorbitol memiliki waktu hancur yang lebih panjang. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : apt. Lusia Oktora Ruma Kumala Sari, S.F., M.Sc. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9465 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Cangkang Kapsul Non-Gelatin | |
| dc.title | Optimasi Pektin dan Sorbitol Dalam Pembuatan Cangkang Kapsul Non Gelatin | |
| dc.type | Other |
