Dekonstruksi Tradisi Perempuan Keluarga Arab dalam Penyutradaraan Film Terima Kasih, Aba!

Abstract

Film Terima Kasih, Aba! merupakan karya film fiksi bergenre drama keluarga yang dilatarbelakangi oleh konstruksi tradisi patriarki dalam keluarga Arab-Indonesia yang kerap membatasi ruang perempuan dalam menentukan pilihan hidup. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pendekatan tradisi yang selama ini dipahami sebagai nilai yang bersifat mutlak tanpa menghilangkan esensi kekeluargaan. Tujuan penciptaan karya ini adalah menghadirkan representasi alternatif mengenai perempuan Arab yang memiliki ruang untuk menentukan pilihan hidup melalui hubungan keluarga yang dibangun atas dasar kasih sayang, dialog, dan kepercayaan. Metode penciptaan yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu development, praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Secara konseptual, penciptaan karya menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida sebagai landasan untuk membongkar oposisi biner antara tradisi dan kebebasan perempuan. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyutradaraan yang didukung konsep oleh time-image Gilles Deleuze dan realisme sinematografi André Bazin dengan penerapan long take, mise-en-scène naturalistik, serta ruang domestik sebagai ruang negosiasi makna. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa film mampu menghadirkan perspektif baru mengenai tradisi keluarga Arab sebagai nilai yang terbuka terhadap penafsiran ulang, bukan sebagai struktur yang sepenuhnya membatasi perempuan. Melalui representasi hubungan ayah dan anak yang humanis, film ini menegaskan bahwa tradisi dan kebebasan perempuan dapat berjalan berdampingan selama dibangun melalui tanggung jawab, komunikasi, dan kepercayaan. Dengan demikian, film Terima Kasih, Aba! menjadi media reflektif yang menawarkan pembacaan baru terhadap stereotip perempuan dan keluarga Arab dalam masyarakat.

Description

Finalisasi Repository September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By