Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Buah Delima Merah (Punica granatum Linn) terhadap Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus
| dc.contributor.author | Muhammad Irrizqi Faj Zaahir | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-27T08:13:51Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-10 | |
| dc.description | Reupload file repositori 26 Mar 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Infeksi pada rongga mulut, salah satunya disebabkan oleh Staphylococcus aureus, dapat memicu angular cheilitis, gingivitis, denture stomatitis, parotitis dan staphylococcal mucositis. Obat kumur berbahan dasar kimia, seperti chlorhexidine, efektif namun memiliki efek samping seperti pewarnaan gigi dan perubahan rasa. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami seperti ekstrak buah delima merah, yang memiliki sifat antibakteri dari kandungan flavonoid, tanin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas obat kumur berbahan ekstrak buah delima merah dalam menurunkan jumlah koloni bakteri S. aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group. Sampel dibagi menjadi empat kelompok: kontrol positif (chlorhexidine 0,2%), kontrol negatif (akuades steril), perlakuan dengan konsentrasi ekstrak 5%, dan 10%. Jumlah koloni bakteri dihitung menggunakan alat colony counter setelah sampel diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kumur ekstrak buah delima merah dengan konsentrasi 10% lebih efektif dibandingkan konsentrasi 5%, dengan rata-rata jumlah koloni masing-masing sebesar 9 x 104 CFU/mL dan 3,4 x 105 CFU/mL. Namun, efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan chlorhexidine 0,2% yang menghasilkan rata-rata jumlah koloni 1,3 x 104 CFU/mL. Kelompok kontrol negatif menunjukkan jumlah koloni tertinggi sebesar 2,3 x 106 CFU/mL. Kesimpulan penelitian ini adalah obat kumur ekstrak buah delima merah efektif menurunkan jumlah koloni bakteri S. aureus dan memiliki potensi sebagai alternatif obat kumur berbahan kimia, terutama karena efek sampingnya yang minimal. Namun, untuk mencapai efektivitas yang setara dengan chlorhexidine, diperlukan konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi atau formulasi yang lebih baik. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes. DPA: drg. Dyah Indartin Setyowati, M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5790 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Obat Kumur | |
| dc.title | Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Buah Delima Merah (Punica granatum Linn) terhadap Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus | |
| dc.type | Other |
