Hubungan Koping Spiritual/Religius dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Mengalami Komplikasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang
menjadi masalah kesehatan global. Prevalensi DM di Indonesia mencapai 19,5
juta jiwa (IDF,2021) dan terus mengalami peningkatan. Adapun prevalensi DM di
Jawa Timur pada tahun 2021 sejumlah 867.257 kasus (Riskesdas, 2018 dalam
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2021). Sepanjang tahun 2023, terdapat
total 1026 pasien DM yang melakukan pengobatan di RSU. dr. H. Koesnadi
Bondowoso. Peningkatan prevalensi penyakit DM turut berpengaruh pada
meningkatnya kejadian komplikasi. Pasien DM dengan komplikasi lebih rentan
mengalami stress dan depresi bahkan mengalami kualitas hidup yang buruk.
Pasien memerlukan mekanisme koping yang tepat untuk menyalurkan stressor
agar kondisi penyakit dan kualitas hidupnya semakin membaik. Koping
spiritual/religius dapat menjadi salah satu koping adaptif bagi pasien DM tipe 2
bergantung pada metode koping yang digunakan. Koping spiritual/religius terdiri
atas koping positif dan negatif yang bersifat multivalent.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara koping
spiritual/religius dengan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 yang mengalami
komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain analytic cross sectional study.
Penelitian dilakukan di Poli Penyakit Dalam RSU. dr. H. Koesnadi Bondowoso
kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah responden ditentukan
menggunakan aplikasi Gpower dengan tes statistic correlation bivariate normal
model. Adapun ukuran sampel minimum yang dibutuhkan untuk menghasilkan
kekuatan statistik 0,90 dengan alpha 0,05 dan effect size sedang (determine= 0,3)
sejumlah 92 orang. Instrumen Brief R-Cope digunakan untuk mengukur variabel
koping spiritual/religius dan instrument Diabetes Quality Of Life (DQOL) untuk
mengukur variabel kualitas hidup pada pasien DM. Selanjutnya, untuk menguji hubungan diantara kedua variabel tersebut, menggunakan analisis statistic uji
korelasi Pearson.
Description
Reaploud Repository 13 April-agus
