Hubungan Riwayat Diare, Asi Eksklusif, dan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kekurangan gizi yang terjadi pada anak menjadi penyebab utama kematian balita, serta merupakan satu dari beberapa masalah utama kesehatan masyarakat yang ada di seluruh dunia. Kabupaten Jember termasuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 6,6% per Agustus 2024 yang sebelumnya mencapai 21,4% pada tahun 2020. Namun terdapat beberapa puskesmas yang belum memenuhi target. Salah satunya yaitu Puskesmas Rambipuji dengan prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Jember yakni sebesar 19,94%. Beberapa faktor penyebab stunting yaitu asupan makanan, penyakit infeksi, pola asuh, pelayanan kesehatan dan sanitasi lingkungan, serta beberapa faktor-faktor lainnya. Kekurangan zat gizi pada balita dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan gizi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis riwayat diare, ASI eksklusif, dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan case control yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Terdapat 114 sampel yang terdiri 57 responden dalam kelompok kasus dan 57 responden dalam kelompok kontrol. Sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik balita, karakteristik ibu, riwayat diare, ASI eksklusif, dan pola pemberian makan. Data yang telah dikumpulkan akan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi, serta selanjutnya dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan confidence interval 95% (α 0,05) antara variabel bebas (karakteristik balita dan ibu balita, riwayat diare, ASI eksklusf, dan pola pemberian makan) dengan variable terikat (kejadian stunting). Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita stunting berada pada usia 36-47 bulan (40,4%), jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (50,9%), dan urutan kelahiran paling banyak merupakan urutan kelahiran pertama 35,1%). Karakteristik ibu balita pada penelitian ini paling banyak usia ibu saat hamil berada pada kategori tidak berisiko (78,9%), tingkat pendidikan paling banyak yaitu pendidikan dasar (70,2%), lebih banyak ibu yang tidak bekerja (82,5%), jumlah anak yang dimiliki paling banyak adalah satu (38,6%), jarak kehamilan paling banyak merupakan jarak kehamilan tidak ideal (56,8%), dan pendapatan keluarga paling banyak <UMK Jember (70,2%). Sebagian besar balita stunting tidak mengalami diare dalam 6 bulan terakhir (71,9%). Balita stunting yang mengalami diare dalam 6 bulan terakhir memiliki frekuensi jarang (28,1%) dan durasi mayoritas diare tidak lama (26,3%). Sebagian besar balita stunting mendapat ASI eksklusif (61,4%). Pola pemberian makan balita stunting paling banyak berada pada kategori cukup (66,7%). Namun, terdapat juga beberapa balita stunting yang memiliki kategori kurang (26,3%) dan baik (7%). Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan ibu (p-value = 0,026), ASI eksklusif (p-value = 0,006), dan pola pemberian makan (p-value = 0,005) dengan kejadian stunting pada balita usia 24 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pendidikan ibu, ASI eksklusif, dan pola pemberian makan pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Saran yang dapat diberikan pada balita dan ibu balita yaitu peningkatan pengetahuan mengenai faktor risiko stunting, memberikan ASI eksklusif, memberikan pangan yang beragam dengan menu seimbang, dan rutin datang ke posyandu. Saran yang dapat diberikan pada instansi terkait yaitu pemberian edukasi dan pelatihan pemberian dan pembuatan makanan pada ibu hamil dan balita serta penyebaran informasi terkait pencegahan stunting.

Description

Reupload File Repository 11 Juni 2026_Yudi Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 11 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By