Faktor yang Mempengaruhi Status Vaksinasi BCG di Kota Surabaya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Indonesia termasuk dalam 8 negara kategori penyumbang 60% lebih kasus Tuberkulosis (TB) di seluruh dunia. Pada tahun 2022 terdapat 724.000 kasus TB di Indonesia. Jumlah ini meningkat menjadi 809.000 kasus di tahun 2023. Untuk pencegahan kasus TB bayi yang baru lahir dianjurkan untuk diberi vaksinasi BCG sesegera mungkin dengan dosis tunggal. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 yang memuat tentang peningkatan intensifikasi upaya kesehatan dalam rangka penanggulangan TB salah satunya dilakukan dengan pemberian kekebalan melalui imunisasi Bacillus Calmette–Guérin (BCG) terhadap bayi. Cakupan vaksinasi BCG nasional per tahun 2022 mencapai 95% yang mengindikasikan kenaikan dari tahun 2019 yang hanya 84%. Namun masih ada 5% atau sekitar 240.000 anak yang belum mendapatkan vaksinasi. Sedangkan pada skala regional Jawa Timur persentase cakupan vaksinasi BCG lebih rendah dari pada cakupan nasional yaitu sebesar 91%. Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga menyampaikan bahwa cakupan vaksinasi BCG di Kota Surabaya masih rendah yaitu 82% per tahun 2022. Faktor yang memengaruhi peningkatan kasus TB diantaranya yaitu sosiodemografi, pengetahuan dan sikap orang tua yang berpengaruh terhadap penentuan kesehatan anak mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi status vaksinasi BCG di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan faktor yang mempengaruhi status vaksinasi secara signifikan pada usia 0-2 bulan yaitu tingkat pengetahuan orang tua terhadap status Vaksinasi BCG anak.
Description
Reupload file repositori 16 Mar 2026_Maya
