Pengaruh Paparan Kromium (VI) terhadap Viabilitas Telur Ayam

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Kromium (Cr) menempati peringkat ke-21 sebagai senyawa paling melimpah di kerak bumi. Akan tetapi, senyawa ini sangat berbahaya bagi makhluk hidup karena dapat bersifat karsiogenik, embriotoksik, dan teratogenik. Bentuk paling toksiknya adalah Cr(VI) yang dapat menembus plasenta janin sehingga menyebabkan gangguan perkembangan embrio. Oleh karena itu, dilakukan kajian untuk meneliti bahaya Cr(VI) terhadap janin menggunakan metode in ovo. Metode ini menggunakan telur ayam, lalu viabilitas telur ayam diamati pada hari ke-12. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan paparan Cr(VI) terhadap viabilitas telur ayam. Adapun tujuan khususnya adalah untuk mengetahui Lethal Dose 50 (LD50). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-only control design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Jember pada bulan September-Oktober 2024. Variabel bebasnya adalah dosis Cr(VI), sementara variabel terikatnya adalah viabilitas telur ayam. Sampel menggunakan telur ayam kampung (Gallus domesticus) yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel sebanyak 30 butir telur yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan (12,5, 25, 50, 125, dan 250 µg) dan satu kelompok kontrol negatif (NaCl 0,9%) dengan teknik simple random sampling. Sebelum diberi perlakuan, sampel diinkubasi pada suhu 27,5 ℃ sampai dengan hari kelima. Pada hari kelima, dilakukan candling untuk memilih telur yang masih fertil dan selanjutnya diberi injeksi Cr(VI). Setelah itu, telur diinkubasi kembali sampai dengan hari-21 dan diamati setiap hari untuk mengetahui telur masih hidup atau tidak. Analisis uji statistik yang digunakan yaitu analisis regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis paparan Cr(VI) berhubungan terhadap viabilitas telur ayam (p = 0,042). LD50 dihitung menggunakan rumus linear didapatkan hasil, yaitu 368,75 µg.

Description

Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By