Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issues Terhadap Scientific Reasoning Ability IPA Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran abad 21 atau abad globalisasi menekankan keterampilan
berpikir tinggi pada siswa. Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan
keterampilan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang melibatkan
daya pikir kritis. Penguasaan berbagai bentuk kemampuan pada abad 21 tidak
terkecuali kemampuan penalaran ilmiah dapat dilakukan melalui semua disiplin
ilmu termasuk kategori pada rumpun sains yakni pembelajaran IPA. Scientific
Reasoning Ability (Kemampuan penalaran ilmiah) merupakan salah satu
kemampuan yang dibutuhkan bagi perkembangan siswa di era globalisasi, terutama
meningkatkan kemampuan di bidang sains dan teknologi. Scientific reasoning
ability merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk bertindak dan
berpikir misalnya berhipotesis, bereksperimen, dan mengevaluasi bukti sehingga
membantu peningkatan terkait alam. Akan tetapi, scientific reasoning ability masih
jarang diterapkan di pembelajaran. Selain itu, berdasarkan data observasi hasil
penelitian terlebih dahulu scientific reasoning ability menunjukkan kategori
rendah.
Model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific
Issues merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan solusi
bagi rendahnya scientific reasoning ability. Pembelajaran tersebut menggunakan
permasalahan-permasalahan yang ada di dunia nyata sebagai sumber belajar
sehingga memungkin penalaran siswa dapat berkembang. Pembelajaran IPA
membutuhkan scientific reasoning ability termasuk salah satu faktor yang dapat
meningkatkan kualitas kegiatan belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh signifikan penggunaan
model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issues
Terhadap Scientific Reasoning Ability IPA Siswa SMP. Jenis penelitian adalah
quasi eksperimen menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design
dengan melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih
menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian berlangsung di SMP
Negeri 2 Sukowono Jember pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024.
Instrumen utama yang digunakan adalah berupa tes dalam bentuk uraian berjumlah
6 soal untuk mengukur scientific reasoning ability di kelas eksperimen dan kelas
kontrol setelah diberi perlakuan, sedangkan instrumen pendukung berupa
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan
menggunakan uji normalitas, uji independent sample t-test, dan uji t pihak kanan.
Hasil analisis data scientific reasoning ability menggunakan uji normalitas
Shapiro Wilk dan diperoleh hasil nilai signifikansi pre-test dan post-test kelas
eksperimen maupun kelas kontrol adalah lebih besar dari 0,05 (0,064 > 0,05: 0,051
> 0,05: 0,082 > 0,05: 0,054 > 0,05) maka dipastikan hasil pre-test dan post-test di
kelas eksperimen maupun kontrol berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji
Independent Sample T-test diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000
yang menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak
dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan nilai scientific
reasoning ability kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji tpihak kanan diperoleh nilai bahwa thitung > ttabel (4,413 > 1,670) yang menunjukkan
bahwa H0 ditolak dan Ha diterima nilai rata-rata scientific reasoning ability kelas
eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa
model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Reasoning berpengaruh
signifikan terhadap Scientific Reasoning Ability IPA Siswa SMP.
Description
Reupload File Repositori 25 Februari 2026_Teddy/Hendra
