Peran framing kamera dalam menunjang suspense pada film The Divine Fury
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film menjadi salah satu pilihan dari sekian banyak produk hiburan media
massa yang mudah dan aktual dalam memengaruhi khalayak. Film terdiri dari
gambar dan suara yang dibangun melalui dua unsur, yakni unsur naratif, dan
unsur sinematik. Unsur sinematik dan naratif merupakan unsur yang saling
berinteraksi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya untuk membentuk
film. Unsur naratif membahas tentang materi cerita dalam film yang
membutuhkan plot untuk mengendalikan alur cerita. Pada proses pembuatan atau
penyusunan skenario, naskah cerita membutuhkan unsur dramatik untuk
melahirkan gerak dramatik pada cerita maupun pikiran penontonnya. Unsur
dramatik dibagi menjadi 4 bagian yaitu conflict, curiosity, surprise, dan suspense.
Gerak dramatik digunakan untuk mendukung terciptanya dramatisasi cerita,
sehingga cerita yang disampaikan kepada penonton menjadi lebih menarik. Salah
satu unsur dramatik yang dibutuhkan ialah suspense.
Suspense adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukkan
adegan yang menegangkan pada film, mengungkapkan rasa khawatir atau was
was, namun tetap ingin mengetahui kelanjutan cerita pada film tersebut. Selain
unsur dramatik, terdapat unsur sinematik pada film. Unsur sinematik merupakan
unsur penting dalam pembuatan film. Unsur sinematik terbagi menjadi empat
elemen pokok, yakni mise-en-scene, sinematografi, editing dan suara. Secara
umum unsur sinematografi terbagi menjadi tiga aspek yakni kamera, durasi
gambar, serta framing. Pada saat pengambilan gambar terdapat beberapa acuan
komposisi saat penempatan gambar atau melakukan framing.
Framing sendiri memliki arti yaitu pembatasan gambar oleh kamera yang
bertujuan untuk membatasi objek mana saja yang tidak perlu diperlihatkan sesuai
kebutuhan unsur naratif yang diperlukan. Film The Divine Fury (2019),
merupakan sebuah film asal Korea yang menggabungkan genre aksi dan horor
dengan unsur-unsur keagamaan dan supranatural. Film ini menggunakan framing kamera dengan cerdas untuk membangun suspense, melalui pengambilan gambar,
sudut pengambilan gambar, pergerakan kamera, dan komposisi gambar. Film ini
menarik penelitian lebih lanjut karena pengembangan karakter yang unik, dengan
menggabungkan aksi, horor, dan unsur supranatural. Selain suspense dari situasi
mencekam, suspense dalam film ini juga berasal dari konflik internal dan
eksternal yang kompleks.
Penelitian ini fokus pada peran framing kamera dalam memperkuat
adegan-adegan suspense dalam film tersebut, dengan menggunakan teori
sinematografi seperti camera angle, type of shot, camera movement, dan
komposisi gambar. Penelitian ini juga menggunakan teori suspense untuk
menganalisis adegan-adegan yang memunculkan suspense. Dengan menggunakan
pendekatan ini, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan
framing kamera dapat meningkatkan pengalaman suspense dalam menonton film
The Divine Fury.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif
dimana data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan berupa
angka-angka. Metode kualitatif deskriptif diterapkan mulai dari pengumpulan
data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Data pada penelitian ini
diperoleh dari data primer dan data sekunder, melalui teknik pengumpulan data
observasi dengan menonton film secara berulang-ulang bertujuan untuk
menemukan data yang dibutuhkan dan studi pustaka. Melalui tahap observasi,
data yang telah ditemukan kemudian dicatat untuk mengetahui bagaimana peran
framing kamera dapat menunjang adegan suspense pada film The Divine Fury.
Penelitian ini menemukan peran framing kamera memiliki dampak yang
signifikan dalam memperkuat unsur suspense melalui analisis yang mendalam
terhadap aspek framing yang telah dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa
penggunaan framing kamera yang baik mampu menunjang efek suspense secara
keseluruhan. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang
bagaimana elemen visual seperti framing kamera dapat menjadi instrumen penting
dalam menciptakan pengalaman menonton yang menegangkan dan memikat bagi
penonton.
Description
Reupload file repositori 12 februari 2026_PKL Fani/Firli
