Studi Taksonomi Hymenoptera: Apoidea di Kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur

Abstract

Apoidea merupakan superfamili dari lebah yang masuk ke dalam ordo Hymenoptera. Apoidea terdiri dari kelompok famili, yaitu Andrenidae, Colletidae, Halicitidae, Megachilidae, Mellitidae, Anthoporidae, dan Apidae. Apoidea memiliki andil dalam membantu keseimbangan ekosistem lingkungan. Lebah tidak hanya berperan sebagai penyerbuk utama berbagai jenis tumbuhan liar dan tanaman pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas rantai makanan dan regenerasi vegetasi. Kelompok lebah, baik lebah soliter maupun lebah koloni tersebar di berbagai habitat mulai dari hutan hujan tropis, dataran rendah, pegunungan, dan gurun, di mana habitat tersebut sesuai dengan Taman Nasional Baluran yang memiliki berbagai macam ekosistem. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman famili Apoidea yang ditemukan di Taman Nasional Baluran serta mengetahui jumlah dan jenis dari tiap famili Apoidea yang ditemukan di Taman Nasional Baluran. Pengambilan sampel dilakukan di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 1 Taman Nasional Baluran. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan koleksi aktif menggunakan sweeping net. Lebah ditangkap dan dimasukkan ke dalam killing bottle, kemudian dibawa ke lab untuk dilakukan proses preservasi dan identifikasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ditemukan 4 famili Apoidea di kawasan SPTN 1 Taman Nasional Baluran, yaitu famili Apidae, Colletidae, Halictidae, dan Megachilidae. Total individu yang didapat secara keseluruhan berjumlah 87 lebah. Jumlah spesies lebah dalam penelitian cukup rendah, yaitu sebanyak 87 spesies. Hal tersebut berhubungan erat antara waktu pengambilan sampel dengan aktivitas terbang lebah. Aktivitas terbang lebah, secara ekologis dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti ketersediaan sumber pakan, intensitas cahaya matahari, suhu udara, serta curah hujan. Hujan juga secara langsung menghambat lebah untuk keluar sarang karena kerentanan terhadap kerusakan sayap dan berkurangnya efisiensi dalam pencarian pakan. Akibatnya, probabilitas lebah untuk teramati atau tertangkap selama proses sampling menjadi lebih kecil.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By