Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Azolla
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bawang merah merupakan tanaman dari jenis umbi-umbian yang cocok
dibudidayakan di Indonesia karena kondisi iklim yang mendukung. Tanaman ini
dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan
ketinggian 0-800 mdpl. Prospek pasar bawang merah juga semakin menjanjikan
seiring dengan permintaan pasar yang semakin meningkat, namun produksi
bawang merah semakin menurun. Produksi bawang merah pada tahun 2021
sebanyak 2.004.590 ton, dan 2022 mengalami penurunan menjadi sebanyak
1.982.360 ton. Kesuburan tanah yang semakin menurun menjadi salah satu faktor
penyebab terjadinya masalah dalam proses budidaya tanaman. Penggunaan pupuk
anorganik secara berlebih menjadi penyebabnya sehingga tanah ketergantungan
dengan input dari luar.
Penggunaan pupuk organik cair (POC) dapat menjadi salah satu alternatif
untuk memberikan nutrisi pada tanaman yang lebih ramah lingkungan. Pupuk
organik cair berbahan azolla dapat memberikan nutrisi pada tanaman karena
azolla memiliki kandungan N (Nitogren), P (Phosphor), dan K (Kalium) serta
mampu menjadi pembenah tanah dengan peningkatan mikroba tanah. Upaya
peningkatan produksi juga diperlukan faktor internal berupa pemilihan varietas
yang sesuai dengan kondisi lahan sehingga tanaman dapat tumbuh dan
berkembang dengan optimal. Varietas sanren, lokananta, dan maserati memiliki
keunggulannya masing-masing, namun setiap varietas memiliki respon yang
berbeda terhadap lingkungan walaupun ditanam pada media yang sama.
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC dan jenis varietas
yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Percobaan dilakukan pada bulan juni hingga Oktober 2024, dengan lokasi
percobaan berada di Green House Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua
faktor dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Faktor pertama jenis Varietas
yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu V1 (Sanren), V2 (Lokananta), V3
(Maserati). Faktor kedua konsentrasi POC Azolla yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0
(Tanpa POC), P1 (60 ml/L), P2 (120 ml/L), P3 (180 ml/L). Parameter yang
diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat
basah umbi, berat kering umbi, susut bobot umbi, berat basah berangkasan, berat
kering berangkasan, dan tingkat kerusakan umbi. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan analisis keragaman ANOVA (Analisys of variance) dengan taraf
5%. Apabila antar perlakuan terdapat perbedaan maka akan dilakukan uji lanjut
DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan taraf 5%.
Description
Reaploud Repository Maret_agus
