Evaluasi Kandungan Nutrien Silase Tebon Jagung Dengan Fermentor dan Lama Fermentasi Berbeda

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan fermentor dan lama fermentasi berbeda terhadap kualitas fisik dan kandungan nutrien silase tebon jagung. Metoda penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan 2 faktor lama fermentasi berbeda (15 dan 30 hari) dengan total kombinasi 32 perlakuan. Adapun perlakuan pada penelitian ini terdiri dari: P0 (kontrol), P1 (Effective Microorganim-4), P2 (MOL cairan rumen sapi), dan P3 (Yakult), masing-masing difermentasi selama 15 dan 30 hari. Penelitian terdiri dari 2 variabel pengamatan, yakni: kualitas fisik silase (uji organoleptik) dan kualitas nutrien (analisis proksimat). Adapun parameter uji organoleptik meliputi: tekstur, warna, dan aroma, sedangkan parameter analisis proksimat meliputi: Bahan Kering (BK), abu, Protein Kasar (PK), Serat Kasar (SK), Lemak Kasar (LK), Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrient (TDN). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap mutu fisik silase dengan karakteristik tekstur sedang (5,0), warna coklat (6,5), dan aroma sedikit asam (5,0) yang menandakan proses fermentasi telah berjalan optimal. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh signifikan (P<0,05). Hasil terbaik terjadi pada perlakuan P1 (EM4) fermentasi 30 hari, ditandai dengan peningkatan kadar PK (13,0%) dan TDN (72,0%), serta penurunan kadar SK (23,4%) dan abu (13,9%). Kesimpulan: penggunaan EM4 dengan lama fermentasi selama 30 hari dapat direkomendasikan untuk menghasilkan silase tebon jagung dengan kualitas nutrien dan organoleptik terbaik.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By