Uji Viabilitas Cendawan Entomopatogen Metarhizium anisopliae pada Berbagai Media Limbah Pertanian
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Limbah organik yang dihasilkan dari sektor pertanian hanya dapat ditangani
sebanyak 49,2% pada tahun 2022, sehingga diperlukan penggunaan limbah
pertanian lebih lanjut. Salah satu penggunaannya bisa digunakan sebagai media
perbanyakan cendawan entomopatogen. Cendawan entomopatogen merupakan
cendawan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan hama serta mudah
dibiakkan dan diproduksi secara massal, salah satunya yaitu cendawan Metarhizium
anisopliae. Umumnya, media perbanyakan hanya menggunakan media beras
jagung, namun beras jagung memiliki nutrisi yang cepat diserap oleh cendawan
untuk biomassanya, sehingga belum efektif jika disimpan dalam waktu lama. Oleh
karena itu, masih diperlukan alternatif media limbah pertanian lain untuk
mengetahui masa simpan terbaiknya.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Plant Natural Medicine Terpadu IsDB
Agrofarmaka, Fakultas Pertanian Universitas Jember pada bulan November hingga
Maret 2025. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
2 faktorial, dengan faktor pertama adalah media dengan 5 taraf dan faktor kedua
adalah masa simpan dengan 12 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kombinasi antara media dan masa simpan memberikan pengaruh signifikan
terhadap jumlah konidia cendawan M. anisopliae. Media dengan nilai viabilitas
tertinggi adalah beras jagung dan waktu simpan terbaik yaitu minggu ke-5. Media
dan masa simpan masing-masing juga memberikan pengaruh signifikan terhadap
variabel jumlah perkecambahan konidia cendawan M. anisopliae.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa media limbah pertanian
dapat digunakan sebagai media perbanyakan cendawan entomopatogen dengan
waktu penyimpanan pada saat 5 minggu.
Description
Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli
