Penerapan Model Experiential Learning Disertai LKPD Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi sains
siswa sekolah dasar dalam memahami serta mengaitkan konsep-konsep sains
dengan kehidupan sehari-hari. Literasi sains merupakan kemampuan individu
dalam memahami konsep ilmiah, menggunakan pengetahuan sains untuk
memecahkan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah.
Namun, proses pembelajaran IPA di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada
guru sehingga siswa kurang memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami
konsep IPA secara mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Oleh
karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara
aktif agar literasi sains siswa dapat meningkat secara optimal.
Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan
tersebut adalah melalui penerapan model experiential learning yang disertai LKPD.
Model experiential learning merupakan model pembelajaran yang menekankan
proses belajar melalui pengalaman langsung sehingga siswa tidak hanya menerima
informasi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam mengamati, melakukan
percobaan, merefleksi, dan menerapkan konsep yang dipelajari. Penggunaan LKPD
dalam pembelajaran berfungsi sebagai panduan kegiatan siswa agar proses
pembelajaran berlangsung lebih terarah, sistematis, dan kontekstual. Dengan
demikian, penerapan model experiential learning yang disertai LKPD diharapkan
mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa pada materi perubahan
wujud zat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif
dengan jenis quasi experiment dan desain nonequivalent pretest-posttest control
group design. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Bajulmati dan SD Negeri 2
Bajulmati Kabupaten Banyuwangi dengan subjek penelitian siswa kelas IV. Kelas
IV SD Negeri 1 Bajulmati ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas
IV SD Negeri 2 Bajulmati sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa
soal pretest dan posttest yang disusun berdasarkan indikator literasi sains meliputi
aspek konten, konteks, dan kompetensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji
homogenitas, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji hipotesis menggunakan
dependent sample t-test.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model
experiential learning yang disertai LKPD berpengaruh secara signifikan terhadap
peningkatan literasi sains siswa. Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji dependent
sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) lebih kecil dari
0.05 pada setiap indikator, sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima. Selain itu, hasil
analisis lanjutan pada indikator literasi sains yang meliputi konten, konteks, dan
kompetensi menunjukkan bahwa capaian literasi sains pada kelas eksperimen
mengalami peningkatan setelah perlakuan diberikan. Sebaliknya, pada kelas
kontrol terjadi penurunan nilai pada seluruh indikator literasi sains. Nilai rata-rata
pada pretest tergolong sedang hingga tinggi, namun menurun secara signifikan
menjadi rendah pada posttest.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan
model experiential learning yang disertai LKPD efektif dalam meningkatkan
literasi sains siswa sekolah dasar pada materi perubahan wujud zat. Model
pembelajaran ini mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna,
meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran, serta membantu siswa
memahami konsep IPA secara lebih kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian,
model experiential learning yang disertai LKPD dapat dijadikan sebagai alternatif
model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di
sekolah dasar.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
