Evaluasi Kemajuan Tambang Berdasarkan Kapasitas Produksi Alat Mekanis Untuk Perencanaan Tambang Batubara di Pit 8-9 PT XYZ

Abstract

Kegiatan penambangan memerlukan perencanaan yang baik agar target produksi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Namun, dalam pelaksanaannya sering terjadi perbedaan antara rencana dan realisasi produksi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional, seperti kinerja alat mekanis, efisiensi kerja, keserasian alat, dan kondisi jalan angkut. Oleh karena itu, evaluasi kemajuan tambang perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat pencapaian terhadap rencana yang telah ditetapkan sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan tambang pada periode berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara rencana dan realisasi kemajuan tambang bulan Juli 2025 berdasarkan kapasitas produksi alat mekanis, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan antara kapasitas produksi teoritis dan produksi aktual, serta menentukan kombinasi fleet yang optimal untuk perencanaan tambang bulan Agustus 2025. Penelitian dilaksanakan di Pit 89 PT XYZ, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan studi kasus operasional. Data yang digunakan meliputi spesifikasi alat mekanis, cycle time, efisiensi kerja, ketersediaan alat, jumlah fleet, serta data produksi aktual bulan Juli 2025. Data tersebut dianalisis melalui perhitungan produktivitas alat, kapasitas produksi teoritis, keserasian kerja alat (match factor), serta perbandingan antara kapasitas produksi teoritis dan produksi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi produksi bulan Juli 2025 sebesar 160.612 BCM lebih tinggi dibandingkan target produksi sebesar 106.958 BCM dengan tingkat pencapaian 150,16% dan selisih produksi sebesar 53.654 BCM. Kapasitas produksi teoritis fleet yang beroperasi sebesar 165.244,84 BCM/bulan, sedangkan produksi aktual mencapai 160.612 BCM/bulan sehingga terdapat selisih sebesar 4.632,84 BCM. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pemanfaatan waktu kerja alat yang belum optimal, kondisi jalan angkut yang memengaruhi cycle time alat angkut, serta keserasian kerja alat gali-muat dan alat angkut yang belum berada pada kondisi ideal. Analisis ketersediaan alat menunjukkan bahwa nilai Mechanical Availability dan Physical Availability tergolong tinggi, sedangkan nilai Use of Availability dan Effective Utilization menunjukkan masih adanya waktu yang tidak termanfaatkan secara efektif untuk kegiatan produksi. Hasil simulasi beberapa alternatif jumlah alat angkut, penggunaan 4 unit dump truck menghasilkan kapasitas produksi sebesar 165.244,84 BCM/bulan, penggunaan 3 unit dump truck menghasilkan kapasitas produksi sebesar 126.183 BCM/bulan, dan penggunaan 2 unit dump truck menghasilkan kapasitas produksi sebesar 82.622 BCM/bulan. Dari ketiga alternatif tersebut, kombinasi 1 unit excavator dan 3 unit dump truck dipilih sebagai fleet yang paling optimal karena mampu memenuhi target produksi bulan Agustus 2025 sebesar 98.460 BCM/bulan dengan penggunaan alat yang lebih efisien dibandingkan alternatif lainnya. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kemajuan tambang dan analisis kapasitas produksi alat mekanis dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan tambang yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Agustus 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By