Kontrol Politik dan Budaya Dalam Novel Cadl Karya Triskaidekaman: Kajian Hegemoni Gramsci
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Seiring perkembangan zaman, sastra semakin menunjukkan perannya dalam
membangun kesadaran kritis masyarakat. Pengarang melalui karya-karyanya sering
kali berupaya menyuarakan ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan sosial. Isuisu seperti kontrol politik, represi budaya, dan manipulasi ideologi menjadi bahan
utama yang diangkat dalam banyak karya sastra. Salah satu novel yang
mengungkap persoalan politik dan budaya serta relasi kuasa adalah novel Novel
Cadl karya Triskaidekaman.
Kajian ini bertujuan mendeskripsikan keterkaitan unsur-unsur struktural
pembangun karya yang meliputi tema, penokohan-perwatakan, latar, dan konflik.
Analisis lanjutan berupa sosiologi sastra yang berfokus pada realitas sosial. Analisis
ini guna mendeskripsikan kontrol politik dan budaya dalam novel Cadl karya
Triskaidekaman dengan perspektif hegemoni Gramsci. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material dalam
penelitian ini adalah novel Cadl karya Triskaidekaman. Objek formal penelitian ini
adalah keterkaitan antarunsur struktural dan aspek-aspek hegemoni budaya dan
politik. Satuan analisis dalam penelitian ini berupa kalimat atau paragraf dalam
narasi atau dialog, yang mencerminkan unsur struktural dan aspek hegemoni.
Hasil analisis struktural menunjukkan keterkaitan antarunsur dalam novel
Cadl karya Triskaidekaman meliputi tema, penokohan-perwatakan, latar dan
konflik. Tema mayor novel tersebut adalah kekuasaan yang totaliter. Adapun tokoh
utama novel tersebut adalah Lamin Lanjarjati yang memiliki watak kompleks/bulat,
sedangkan tokoh bawahan meliputi Gandhi/Bagus Prihardana/Zaliman, Ivan, Kas,
dan Jingan yang masing-masing memiliki perwatakan yang sederhana. Latar tempat
diketahui di Wiranacita, Pranatagari, dan Garatta dengan latar waktu pada rentang
tahun 1993–2029. Latar sosial novel tersebut ialah pengangkatan diktator melalui
kepemilikan mukjizat, penyelenggaraan negara yang semena-mena, represif, dan kontrol penuh, serta masyarakat yang sulit berkembang. Konflik manusia dengan
manusia dialami oleh tokoh Lamin dengan Ivan, konflik manusia dengan
masyarakat terjadi pada tokoh Lamin, sedangkan konflik ide dengan ide dialami
oleh tokoh Ivan dan konflik seseorang dengan kata hatinya dialami oleh Lamin
Description
Reuploud Repository 18 Mei-agus
Approved by Teddy
