Representasi Kognisi Sosial Dalam Siniar Deddy Corbuzier Dan Otto Hasibuan Terkait Kasus Jessica Kumala Wongso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Struktur makro dalam siniar ini membahas berbagai topik seperti ketiadaan
prosedur autopsi, kesaksian dokter, dugaan manipulasi hasil forensik, penggunaan
hipnotis dalam proses pemeriksaan, serta keterlibatan media global seperti Netflix
dalam membentuk dokumenter yang memperkuat wacana. Superstruktur disusun
secara naratif dan sistematis dimulai dari latar belakang kasus, pemunculan konflik,
pengembangan isu hingga puncak ketegangan, dan penyelesaian berbentuk refleksi
serta kritik terhadap sistem hukum yang ada. Struktur mikro mencakup unsur
linguistik yang membentuk makna secara lokal, termasuk diksi yang kuat, gaya
tutur informal, serta penggunaan kalimat tanya dan ungkapan hiperbolis untuk
membangun daya tarik dan persuasi terhadap audiens.
Sementara itu, dimensi kognisi sosial menunjukkan bahwa narasi yang
dibangun bukanlah netral, melainkan sarat akan ideologi dan sikap kritis terhadap
lembaga hukum. Otto Hasibuan sebagai pengacara Jessica tampil dengan narasi
pembelaan yang sistematis, sementara Deddy Corbuzier sebagai podcaster
menempatkan dirinya sebagai penanya kritis yang menyoroti sisi-sisi tersembunyi
dalam kasus tersebut. Keduanya memainkan peran penting dalam membentuk cara
pandang masyarakat terhadap kebenaran, keadilan, dan ketimpangan dalam praktik
hukum. Analisis ini memperlihatkan bagaimana strategi wacana dalam siniar tidak
hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun opini publik yang memengaruhi persepsi sosial secara luas.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa siniar yang menampilkan percakapan
antara Deddy Corbuzier dan Otto Hasibuan menunjukkan bagaimana media alternatif
seperti siniar dapat membentuk opini publik terkait kasus hukum, khususnya kasus Jessica
Kumala Wongso. Melalui gaya bahasa yang santai namun tegas, Otto menyampaikan
narasi tandingan terhadap informasi yang beredar di media arus utama, terutama
menyangkut kejanggalan dalam proses hukum seperti tidak dilakukannya autopsi secara
menyeluruh dan ketidakjelasan bukti medis. Percakapan ini tidak hanya menyentuh aspek
hukum, tetapi juga menyentuh sisi psikologis, sosiologis, dan ideologis masyarakat yang
mencari kebenaran. Sebagai ruang diskusi publik yang bebas dan interaktif, siniar ini
memperlihatkan bagaimana bahasa digunakan untuk membingkai realitas, mengonstruksi
makna, dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keadilan dalam kasus yang
kontroversial. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang
analisis wacana kritis, tetapi juga memperluas pemahaman tentang peran bahasa
dan media dalam membentuk pengetahuan sosial, nilai, dan pemikiran kolektif
masyarakat modern mengenai kasus Jessica Kumala Wongso.
Description
Reupload file repository 5 februari 2026_agus/feren
