Implementasi Sleep Hygiene untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Lansia dengan Insomnia dan Gangguan Pola Tidur di UPT PSTW Jember
| dc.contributor.author | Oktavina Azzahra Aulia | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-13T04:08:30Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-09 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_13 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Lanjut usia merupakan kelompok yang sering mengalami gangguan tidur, salah satunya insomnia. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, menurunkan kemampuan dalam beraktivitas, meningkatkan risiko jatuh, serta berdampak pada kondisi fisik dan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sleep hygiene pada peningkatan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia dengan masalah gangguan pola tidur di UPT PSTW Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada satu orang lansia di UPT PSTW Jember yang mengalami gangguan pola tidur. Intervensi dilakukan selama 14 hari berturut-turut pada tanggal 13–26 April 2026. Tindakan yang diberikan berupa sleep hygiene meliputi pengkajian pola tidur, identifikasi faktor yang mengganggu tidur, pemberian edukasi mengenai kebiasaan tidur yang baik, pengaturan jadwal tidur, anjuran mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, serta latihan relaksasi napas dalam. Instrumen yang digunakan untuk evaluasi yaitu kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Karakteristik gangguan pola tidur yang muncul pada pasien menunjukkan terpenuhinya 100% tanda dan gejala mayor maupun minor, seperti sulit memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, merasa tidak puas setelah tidur, pola tidur berubah, istirahat tidak cukup, serta kemampuan beraktivitas menurun. Setelah dilakukan penerapan sleep hygiene, kualitas tidur pasien mengalami perbaikan. Pasien mulai lebih mudah tidur, tidak lagi sering terbangun pada malam hari, merasa lebih puas dengan tidurnya, dan keluhan lemas saat beraktivitas juga berkurang. Perubahan tersebut terlihat dari skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang mengalami penurunan dari 17 dengan kategori kualitas tidur buruk menjadi 4 yang menunjukkan kualitas tidur baik pada hari keempat belas. Penerapan sleep hygiene dapat dijadikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis untuk membantu mengatasi gangguan pola tidur pada lansia dengan insomnia. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan intervensi ini dengan jumlah partisipan yang lebih banyak dan memperhatikan faktor lain yang memengaruhi kualitas tidur lansia. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ns. Zainal Abidin, S.Pd., S.Kep., M.Kep DPA : Musviro, S.Kep. Ners., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11094 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Sleep hygiene | |
| dc.subject | Sleep Shygiene | |
| dc.subject | Insomnia | |
| dc.subject | Kualitas Tidur | |
| dc.subject | Gangguan Pola Tidur | |
| dc.subject | Lansia | |
| dc.title | Implementasi Sleep Hygiene untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Lansia dengan Insomnia dan Gangguan Pola Tidur di UPT PSTW Jember | |
| dc.type | Other |
