Penerapan Crosscutting pada Editing Film Fiksi Sangsaka Ngangsa Ing Angkala untuk Memperkuat Karakter Tokoh Aji

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Film merupakan rekaman kejadian yang berasal dari realitas, imajinasi, atau sekadar Gambar-gambar yang dihasilkan harus mampu merepresentasikan kehidupan nyata atau menciptakan dunia fiktif yang tampak meyakinkan (Mascelli, 2010:119). Penciptaan tokoh dan pembangunan karakter tokoh yang tepat sangat diperlukan dalam sebuah film, agar cerita dapat tersampaikan dengan baik. Griffith menyampaikan pemikirannya mengenai cara terbaik untuk menyampaikan emosi seorang karakter, yaitu dengan memotong gambar long shot ke pandangan yang lebih dekat agar ekspresi wajah aktor dapat menjadi titik fokus dari adegan (Reisz & Millar, 2010: 11) Masa remaja yang penuh dengan sifat egosentris menjadikan ide besar dalam pembuatan Sangsaka Ngangsa Ing Angkala. Secara garis besar film ini menceritakan tentang Aji, seorang anak dari praktisi beladiri, berusaha melawan gerombolan preman untuk mengungkap kebenaran dari kasus hilangnya sang ayah 10 tahun lalu. Sebagai editor, pengkarya menerapkan teknik crosscuting untuk memperkuat karakter tokoh Aji. Crosscutting merupakan teknik pemotongan gambar yang menggabungkan dua peristiwa berbeda secara bergantian (Mascelli, 1998: 155). Tujuan penggunaan teknik crosscutting dalam film ini yaitu memberikan kemahatauan dan kesadaran dalam berbagai hal yang terjadi di berbagai tempat dan atau waktu. Penguatan tokoh diperkuat dengan aksi reaksi pada scene 7,8,9 serta penggabungan masa lalu dan masa sekarang pada scene 1 dan 10. Menyatukan beberapa scene tersebut dapat menciptakan karakter tokoh yang baik karena memuat informasi latar belakang yang jelas (Seger, 1990: 41).

Description

Reupload file repository juni Validasi file repositori 2 Juni 2026_Dea_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By