Peran Penyuluh Pertanian Dalam Penggunaan Pupuk Organik Pada Kelompok Tani Harapan Makmur di Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Produktivitas padi dipenurunan produktivitas mengalami penurunan setiap tahunnya, dimana pada tahun 2020 produktivitas padi di Kecamatan Ambulu mencapai 71,58 kw/ha. Namun, pada tahun 2021 terjadi penurunan produktivitas menjadi 68,27 kw/ha. Penurunan ini semakin signifikan pada tahun 2022, di mana produktivitas hanya mencapai 62,95 kw/ha. Penurunan produktivitas padi yang terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember dimungkinkan karena penggunaan pupuk kimia. Penurunan produktivitas ini diperparah dengan masalah kelangkaan pupuk yang terjadi. Petani di Desa Tegalsari menghadapi kesulitan dalam memperoleh pupuk pada waktu yang tepat. Kelangkaan pupuk ini mengakibatkan petani resah dalam memperoleh pupuk untuk tanaman. Sebagai solusi, pemerintah menjalankan program penyuluhan yang memfokuskan pada praktik pertanian organik dan pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanah. Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu memiliki potensi untuk menghasilkan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan ternak. Kotoran hewan merupakan salah satu komponen yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Populasi ternak yang tinggi akan menghasilkan limbah kotoran yang memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai pupuk organik guna menunjang budidaya tanaman. Rendahnya kesadaran petani memanfaatkan sumber daya alam untuk pupuk organik membutuhkan dorongan dari penyuluh yang berperan sebagai fasilitator dalam memberikan edukasi tentang dampak negatif pupuk kimia dan manfaat pupuk organik.
Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa peran penyuluh dalam penggunaan pupuk organik di kelompok tani Harapan Makmur Desa Tegalsari
Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan pada penelitian ini menggunakan metode purposive method. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles and Huberman serta Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi untuk meningkatkan kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian berperan dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan petani melalui peran edukasi, diseminasi informasi/inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, pemantauan, dan evaluasi terhadap penggunaan pupuk organik kotoran hewan. Peran 1. Edukasi: memberikan informasi, pelatihan, dan bimbingan kepada petani melalui ceramah, diskusi, dan praktik lapangan, 2. Diseminasi informasi/inovasi: menyebarkan inovasi pembuatan dan penggunaan pupuk organik kepada petani melalui penyuluhan kelompok dan praktik lapangan, 3. Fasilitasi: mendampingi petani dalam pengajuan bantuan (dana dan alat), serta memberikan bimbingan langsung di lapangan, 4. Konsultasi: memberikan solusi atas permasalahan pupuk organik melalui pertemuan kelompok, kunjungan lapangan, dan komunikasi pribadi melalui telepon, 5. Supervisi: mengawasi langsung pelaksanaan penggunaan pupuk organik dan memberi saran melalui kunjungan rutin dan diskusi, 6. Pemantauan: memantau penerapan inovasi guna mengidentifikasi masalah serta memberi solusi yang sesuai agar hasil pertanian lebih optimal, 7. Evaluasi: menilai efektivitas penyuluhan dan keberhasilan inovasi melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil panen. Peran penyuluh pertanian yang paling banyak dilakukan ialah peran edukasi dan diseminasi informasi/inovasi.
Description
Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri
