Optimasi pH Larutan dan Dosis Katalis Komposit TiO₂ Nanotube/Polianilina (TNT/PANi) untuk Fotodegradasi Diazinon
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Diazinon adalah insektisida organofosfat yang beracun dan persisten di
lingkungan, sehingga membutuhkan metode pengolahan yang efektif. Fotokatalisis
heterogen merupakan metode yang menjanjikan untuk mendegradasi diazinon,
salah satunya menggunakan TiO₂, namun TiO₂ hanya aktif di bawah sinar UV
karena celah pita yang lebar yaitu 3,0–3,2 eV. Oleh karena itu, TiO₂ perlu
dimodifikasi menjadi TiO₂ nanotube (TNT) dan dikompositkan dengan polianilina
(PANi) sebagai fotosensitizer karena memiliki celah pita energi 2,8 eV sehingga
dapat menggeser aktivitas fotokatalitik ke cahaya tampak. Studi ini bertujuan untuk
menentukan pengaruh variasi pH larutan dan dosis katalis komposit TNT/PANi
terhadap kinerja fotodegradasi diazinon.
Komposit TNT/PANi disintesis dalam dua langkah. Tahap pertama, sintesis
TNT menggunakan metode hidrotermal pada suhu 130 °C selama 24 jam dengan
mereaksikan TiO₂ dan NaOH 10 M (rasio 1:40), ditambahkan dengan HCl 1M
hingga pH 3 dan air suling hingga netral, dikeringkan pada suhu 80 °C selama 12
jam, dan dikalsinasi pada suhu 400 °C selama 2 jam. Tahap kedua, sintesis
komposit TNT/PANi melalui polimerisasi menggunakan metode slow mixing
selama 1 jam menggunakan HCl 0,02 M sebagai medium polimerisasi dengan rasio
mol anilina dan APS (1:1), dicuci dengan air suling, etanol, dan aseton, kemudian
dikeringkan dalam oven vakum pada suhu 80 °C selama 1 jam. Pengujian keasaman
permukaan menggunakan metode indikator Hammett dengan metil merah dan metil
jingga menunjukkan bahwa katalis TNT/PANi memiliki kekuatan asam dalam
kisaran 3,1-4,2 merupakan asam, yang berasal dari gugus -OH pada permukaan
TNT dan gugus -NH- pada PANi, yang terprotonasi menjadi -NH₂⁺. Pengujian
aktivitas fotokatalitik dilakukan pada larutan diazinon 25 mg/L dengan variasi pH
larutan 5, 6, 7,dan 8 menggunakan dosis tetap 2,4 g/L. Variasi dosis yang digunakan
bervariasi 1,2; 2,4; dan 4,8 g/L pada pH optimum. Lampu LED 100 watt dengan
variasi waktu penyinaran 10, 15, 20, 30, 60, 90, 120, 180, dan 210 menit.
Hasil menunjukkan pH optimum 5 dengan persen penghilangan (%R)
sebesar 72,02% pada 120 menit. Pada pH 5, permukaan TNT terprotonasi menjadi
TiOH₂⁺ (pH < pHpzc 6,3–6,5) dan PANi terprotonasi menjadi -NH₂⁺ (pH < pKa
5,5), sehingga katalis bermuatan positif, sedangkan diazinon (pKa 2,6) bermuatan
negatif sehingga menciptakan interaksi elektrostatik yang kuat sehingga dapat
meningkatkan adsorpsi dan degradasi. %R menurun pada waktu optimum yaitu
pada menit ke-120 pada pH 6 sebesar 69,19%, pH 7 optimum menit ke-180 sebesar
68,18%, dan pH 8 optimum pada menit ke-180 sebesar 66,16% karena melemahnya
interaksi elektrostatik. Analisis FTIR katalis setelah digunakan menunjukkan
pergeseran bilangan gelombang pada gugus O-H, C=C, dan Ti-O-Ti (akibat
interaksi elektrostatik, serta munculnya serapan baru pada 1150 cm⁻¹ menunjukkan
gugus P-O-C dan 1231 cm⁻¹ menunjukkan gugus P=O yang membuktikan bahwa
diazinon telah teradsorpsi pada permukaan katalis. Dosis optimum diperoleh pada
4,8 g/L dengan %R 97,38% pada 120 menit. Peningkatan dosis dari 1,2 g/L menjadi
2,4 g/L hanya meningkatkan %R sebesar 3,43% (68,59% menjadi 72,02%),
sedangkan peningkatan dari 2,4 g/L menjadi 4,8 g/L meningkatkannya sebesar
25,36% (72,02% menjadi 97,38%). Komposit TNT/PANi terbukti efektif sebagai
fotokatalis untuk degradasi diazinon di bawah cahaya tampak dengan %R yang
kompetitif (97,38%), berpotensi sebagai solusi pengolahan air limbah pertanian
yang efisien dan berkelanjutan.
Description
Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli
