Reproduksi Sosial dalam Tradisi Rewang di Desa Krompol Kabupaten Ngawi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Desa Krompol sebagai setting empiris penelitian ini merupakan salah satu
dari total sepuluh desa yang terletak di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi.
Sama seperti desa lain yang terus mengalami perubahan seiring berkembangnya
masyarakat, Desa Krompol menunjukkan adanya perubahan karakter sosial
warganya yang semula bercorak agraris berubah menjadi semi urban ditandai
dengan semakin bervariasinya pekerjaan warga di sektor lain dan tidak lagi berpaku
pada sektor pertanian. Adanya perubahan struktur pekerjaan warga menjadikan
adanya perubahan pada konsep waktu dalam berinteraksi oleh sesama warga desa.
Kondisi-kondisi ini kemudian berpengaruh terhadap perubahan karakter sosial
warganya yaitu munculnya sikap individualis terutama di antara generasi muda.
Di tengah perubahan-perubahan yang terjadi pada desa tersebut terdapat
tradisi rewang yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan ritus pernikahan oleh
warga desa yang kemudian mampu mengikat relasi antar individu warga desa.
Dalam penyelenggaraan ritus pernikahan, tidak terlepas dari tradisi rewang sebab
melalui tradisi tersebutlah segala keperluan yang dibutuhkan guna terselenggaranya
ritus dipenuhi. Tradisi rewang sebagai tradisi saling memberikan bantuan baik
dalam bentuk tenaga maupun materi, dilaksanakan secara total dengan melibatkan
seluruh anggota keluarga.
Selain itu, karena pentingnya rewang dalam penyelenggaraan ritus
pernikahan sehingga terbentuk paguyuban rewang yang disebut dengan istilah
sinoman yang secara khusus dihadirkan dalam dua ritus besar yaitu salah satunya
pernikahan. Paguyuban sinoman memiliki dua kepengurusan terpisah yaitu
sinoman laki-laki dan sinoman perempuan. Dalam melaksanakan tugasnya,
sinoman laki-laki dan sinoman perempuan secara bersamaan saling bekerja sama
dalam memenuhi segala keperluan penyelenggaraan ritus. Selain paguyuban sinoman, terdapat beberapa orang yang dihadirkan secara khusus oleh pemilik hajat
untuk melaksanakan tugas-tugas utama ritus, antara lain tukang masak, tukang
adhang, tukang isah-isah, tukang pracik, tukang wedang, tungkang es, tukang
berkatan, dan tukang berasan. Jauh hari sebelum penyelenggaraan ritus, pemilik
hajat mendatangi rumah orang-orang yang diminta untuk hadir dalam rewang
dengan kegiatan yang disebut dengan marah-marah dan calang.
Description
Reaploud Repository February_agus
