Pengaruh Lama Radiasi Medan Elektromagnetik ELF Intensitas 1000µT terhadap Hitung Jumlah Jenis Leukosit Mencit Balb/C Melalui Metode Differential Counting

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Gelombang elektromagnetik terdiri dari medan magnet dan medan listrik yang saling tegak lurus dengan arah rambatannya dan tidak memerlukan medium untuk merambat. Spektrum gelombang elektromagnetik salah satunya yaitu Extremely Low Frequency (ELF) yang memiliki frekuensi 0 - 300 Hz. Medan elektromagnetik ELF dapat mempengaruhi proses biologis seperti diferensiasi sel, ekspresi gen, sekresi protein, proliferasi sel, siklus sel, dan penyembuhan luka. Menurut Petunjuk Uni Eropa 2013/35/EU, yang menyebutkan kerapatan fluks magnetik dari perubahan transien kecil di otak ditetapkan ke nilai 1000 μT untuk 50Hz. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang beragam terkait dampak ELF terhadap jumlah leukosit dan sistem kekebalan tubuh. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa efek medan EM-ELF pada hematogram dan kimia darah masih kontroversial yang mungkin disebabkan oleh kondisi paparan yang berbeda (misalnya intensitas lapangan dan keteraturan lapangan). Hal ini perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak paparan medan elektromagnetik ELF terhadap jumlah jenis leukosit yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh lama paparan radiasi medan elektromagnetik ELF intensitas 1000 µT terhadap jumlah limfosit, neutrofil, dan monosit mencit Balb/C. Jenis penelitian ini yaitu true experimental design dan desain yang digunakan yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan yaitu mencit Balb/C jantan dengan kriteria umur 2 bulan, berat badan 15-20 gram, dan secara fisik tampak sehat, lincah, dan tidak cacat. Penelitian ini menggunakan 28 ekor mencit dengan 7 ekor mencit tiap perlakuan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium ELF, FKIP untuk proses pemaparan, laboratorium hewan FakultasKedokteran Gigi untuk pemeliharaan, dan untuk proses pengukuran jumlah limfosit, neutrofil dan monosit mencit Balb/C dilakukan di laboratorium zoologi, FKIP Universitas Jember pada bulan Januari 2025. Hasil uji analisis One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam persentase limfosit antar kelompok (p = 0,020), dengan penurunan signifikan pada kelompok yang terpapar selama 15 menit, dan peningkatan pada kelompok 60 menit. Untuk neutrofil batang, yang dianalisis dengan uji Kruskal Wallis karena data tidak berdistribusi normal, diperoleh nilai signifikansi 0,012, menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok. Penurunan paling drastis terjadi pada kelompok dengan paparan 15 menit. Sedangkan untuk neutrofil segmen, uji One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,104 yang berarti tidak signifikan secara keseluruhan, namun uji lanjut Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara beberapa kelompok, terutama antara kelompok 15 menit dan 60 menit, dengan jumlah neutrofil segmen tertinggi pada paparan 15 menit. Untuk monosit dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis karena data tidak berdistribusi normal, diperoleh nilai signifikansi 0,002 yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok dengan kelompok paparan 60 menit mengalami penurunan yang cukup drastis. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi paparan medan elektromagnetik ELF memainkan peran penting dalam memengaruhi jumlah limfosit, neutrofil dan monosit darah, serta respons imun mencit secara keseluruhan.

Description

Reupload file repository 5 februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By