Analisis Dramaturgi tentang Perlawanan Marginalisasi melalui Panggung dalam Film The Greatest Showman (2017)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Marginalisasi merupakan fenomena penggeseran ke pinggir yang menimbulkan
ketimpangan sosial. Kehidupan dalam kondisi marginal dapat diatasi melalui
komitmen dan usaha yang konsisten dari setiap individu marginal. Film The
Greatest Showman merupakan salah satu film musikal terlaris dan menggunakan
musik sebagai media perlawanan marginalisasi. The Greatest Showman
menceritakan kisah Phineas Taylor Barnum yang mendirikan pertunjukan sirkus
dengan melibatkan kelompok disabilitas sebagai bagian dari pemainnya. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perlawanan terhadap marginalisasi
yang dikaji melalui pendekatan dramaturgi Erving Goffman yang dikombinasikan
dengan sinematografi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi pustaka.
Teori dramaturgi Erving Goffman dibagi atas 2 wilayah, yaitu panggung depan
sebagai ruang performatif dan panggung belakang sebagai ruang autentisitas.
Bentuk perlawanan marginalisasi yang dilakukan melalui panggung pertunjukan
yaitu ekspresi diri di ruang publik, konfrontasi langsung, afirmasi identitas, dan
transisi dari margin menuju sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggung
dalam film The Greatest Showman tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan,
tetapi juga sebagai simbol perlawanan marginalisasi dan penerimaan diri.
Description
Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Teddy/Hendra
