Efikasi Ekstrak Akar Gulma Asal Lahan Tomat Terhadap Nematoda Puru Akar Meloidogyne spp
| dc.contributor.author | Aisyah Rizky Parameswari | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-25T04:07:21Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-23 | |
| dc.description | Reaploud Repositori 25 Maret_agus | |
| dc.description.abstract | Tanaman tomat merupakan komoditas penting dengan berbagai manfaat, tetapi produksi tomat kerap terganggu oleh organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk nematoda puru akar Meloidogyne spp. yang dapat menurunkan hasil panen hingga 73,3%. Pemanfaatan nematisida kimia selama ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak akar gulma yang efektif dalam menekan penghambatan penetasan telur dan mortalitas juvenil 2 nematoda Meloidogyne spp. secara In Vitro. Penelitian ini telah dilakukan dari Bulan September sampai dengan bulan Desember 2024, Di Laboratorium Teknologi Proteksi Tanaman Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember. Identifikasi gulma menunjukkan adanya 7 jenis gulma, terdiri dari 1 gulma rumput (Eleusine indica), 1 gulma teki (Cyperus rotundus), dan 5 gulma berdaun lebar (Marsilea crenata, Alternanthera philoxeroides, Phyllanthus niruri L., Cleome rutidosperma, Amaranthus spinosus L.). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak A. philoxeroides paling efektif dalam menghambat penetasan telur nematoda Meloidogyne spp. hingga 88% dalam 168 jam. Sedangkan ekstrak Cleome rutidosperma menunjukkan efektivitas tertinggi dalam membunuh Juvenil 2 nematoda dengan rata-rata mortalitas 109 ekor. Pada analisis bioaktif menunjukkan bahwa ekstrak A. philoxeroides dan C. rutidosperma mengandung masing-masing 12 dan 18 jenis senyawa bioaktif. Konsentrasi tertinggi pada A. philoxeroides adalah Urea, hydroxy- (42,17%), sedangkan pada C. rutidosperma adalah Peracetic Acid (40,59%). Senyawa seperti hexadecanoic acid, methyl ester, dan 9-octadecenoic acid (Z)-, methylester diyakini berperan sebagai agen nematisida. Rekomendasi penelitian selanjutnya dapat menggunakan ekstrak akar gulma A. philoxeroides dan C. rutidosperma untuk menekan penetasan telur nematoda dan mortalitas juvenil 2, namun perlu dikaji lagi dalam berbagai dosis perlakuan hingga didapatkan ekstrak gulma dengan dosis yang paling efektif dan dapat dilakukan aplikasi esktrak akar gulma secara In Vivo pada tanaman tomat untuk mengukur tingkat toksisitasnya pada tanaman dan lingkungan sekitar. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ankardiansyah Pandu Pradana, S.P., M.Si., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5512 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Efikasi | |
| dc.subject | Akar Gulma | |
| dc.subject | Tomat | |
| dc.subject | Nematoda | |
| dc.subject | Puru Akar | |
| dc.subject | Meloidogyne | |
| dc.title | Efikasi Ekstrak Akar Gulma Asal Lahan Tomat Terhadap Nematoda Puru Akar Meloidogyne spp | |
| dc.type | Other |
