(In)Efisiensi Pasar Mata Uang Kripto pada Periode Bullish atau Bearish
| dc.contributor.author | Ilil Hijriyah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-26T04:36:52Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-03 | |
| dc.description | Reupload file repository 26 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Perkembangan aset mata uang kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada masa pandemi Covid-19 ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah investor dari 2 juta investor di tahun 2020 menjadi 11,2 juta investor di tahun 2021. Hal tersebut mendorong terjadinya tren bullish pada pasar kripto di saat terjadinya ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi Covid-19. Di samping tingginya risiko yang dapat dihasilkan dari jenis investasi ini, penting sebagai investor untuk mencermati informasi yang relevan dengan aktivitas investasinya dimana hal ini berkaitan erat dengan konsep teori pasar efisien. Variasi interpretasi informasi antar individu dapat memicu keragaman dalam pengambilan keputusan investasi dan persepsi terhadap kinerja pasar. Perbedaan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam efisiensi pasar kripto karena terjadinya tarik menarik antara penawaran dan pembelian. Indonesia memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap keseimbangan efisiensi pasar kripto dimana Indonesia menjadi negara keempat dengan jumlah investor terbanyak di dunia. Mengingat jenis aset ini relatif baru maka perlu untuk dilakukan penelitian mengenai tingkat efisiensi dari jenis aset ini untuk meningkatkan kepercayaan investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efisiensi pasar melalui analisis kesesuaian refleksi pergerakan harga terhadap informasi pasar dengan hipotesis pasar efisien yang didasarkan pada teorema random walk di mana pergerakan harga yang acak menjadi indikator efisiensi pasar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan data harga penutupan harian (closing price) kripto. Sampel dipilih meggunakan teknik puposive sampling berdasarkan kriteria ukuran dan kapitalisasi terbesar di bursa kripto yaitu Bitcoin dan Etherium. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah return harian kripto. Selanjutnya akan dilakukan beberapa pengujian untuk melihat pergerakan harga acak pada distribusi return harian kripto yang meliputi uji korelasi serial/autokorelasi, uji run test, uji rasio varians dan uji unit root test. Hasil pengujian secara keseluruhan tidak menemukan pola pergerakan acak pada return harian kripto yang mengindikasikan jika kripto (in)efisien dalam bentuk lemahnya di masa pandemi Covid-19. Temuan membuktikan adanya abnormal return yang signifikan yang dapat diperoleh melalui analisis teknikal dengan memanfaatkan pola berulang yang terbentuk dari pergerakan harga yang tidak acak. Adanya faktor FoMO yang disebarkan oleh peningkatan jumlah influencer pada periode bullish di masa pandemi Covid-19 membuat harga aset menyimpang dari posisi sebenarnya. Sehingga dapat disimpulkan jika pasar kripto belum matang dari segi efisiensinya dimana harga kripto tidak mencerminkan informasi pasar dengan maksimal. Dengan demikian diperlukan intervensi dari pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pasar kripto. | |
| dc.description.sponsorship | Dr.Alfi Arif , SE., M.AK., Ak. - Prof. Dr.Alwan Sri Kustono, M.Si, Ak. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4649 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Pasar Mata Uang Kripto | |
| dc.subject | Bullish | |
| dc.subject | Bearish | |
| dc.title | (In)Efisiensi Pasar Mata Uang Kripto pada Periode Bullish atau Bearish | |
| dc.type | Other |
