Pengaruh Dana Bagi Hasil MIGAS Terhadap Tingkat Kemiskinan Melalui Belanja Daerah pada Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017-2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Berdasarkan UU No 1 Tahun 2022 HKPD, kebijakan tranfer fiskal memiliki
tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah dalam penyusunan
dan pelaksanaan APBD, terutama dalam meningkatkan penerimaan daerah, guna
melaksanakan kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Salah satu
instrumen penting dalam mewujudkan keseimbangan keuangan antara pemerintah
pusat dan pemerintah daerah adalah melalui mekanisme Dana Bagi Hasil. DBH
terbagi menjadi dua jenis yaitu DBH pajak dan DBH non pajak. Salah satu bentuk
pembagian DBH non pajak kepada daerah adalah DBH yang bersumber dari sektor
migas.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kabupaten Bojonegoro yang
merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia. Sebagai
daerah penghasil, Kabupaten Bojonegoro secara otomatis menerima DBH migas
dengan porsi yang relatif besar. Besarnya porsi penerimaan tersebut menjadikan
kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai daerah dengan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) yang relatif tinggi. Namun disisi lain, Kabupaten
Bojonegoro masih menghadapi tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, terutama di
kalangan masyarakat pedesaan yang tidak terpapar langsung dengan manfaat
ekonomi dari industri migas. Berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) kabupaten Bojonegoro, tingkat kemiskinan di Bojonegoro pada
tahun 2017 tercatat sebesar 14,34% atau setara dengan 178,25 ribu jiwa. Kemudian
mengalami penurunan hingga 11,69% atau setara dengan 147,33 ribu jiwa pada
tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kemiskinan,
namun belum sepenuhnya mencerminkan optimalisasi pemanfaatan kapasitas fiskal
daerah yang besar. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut apakah variabel-
variabel tersebut saling berpengaruh secara statistik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis
penelitian asosiatif. Variabel dependen adalah tingkat kemiskinan, variabel
intervening adalah belanja daerah, sementara variabel independen adalah DBH
migas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi
pustaka dengan jenis data sekunder time series. Teknik analisis data yang digunakan
adalah Analisis Jalur (Path analysis) yang diolah menggunakan software SPSS
versi 30, serta uji sobel mengunakan analytics calculator. Sebelum melakukan uji
hipotesis, model analisis telah lolos dari seluruh uji asumsi klasik (normalitas,
multikolinearitas heteroskedastisitas, dan autokorelasi), sehingga model tersebut
layak digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa DBH migas tidak
berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah, DBH migas tidak berpengaruh
signifikan terhadap tingkat kemiskinan, belanja daerah berpengaruh signifikan
terhadap tingkat kemiskinan, serta belanja daerah tidak dapat memediasi pengaruh
DBH migas terhadap tingkat kemiskinan.
